Pandemi Belum Usai, 5 Cara Hidup Berdampingan dengan COVID-19

Ilustrasi virus corona.
Sumber :
  • Freepik/pikisuperstar

VoxPop – Pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mulai 9 Agustus-16 Agustus 2021. Masyarakat masih terus berdampingan dengan pandemi entah sampai kapan diprediksi berakhir.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Kabar baiknya, setelah sebelumnya pemerintah membuat kebijakan PPKM Level 4 yang dimulai sejak 3 Juli 2021 lalu, yang kemudian diperpanjang sampai saat ini, laju penurunan kasus COVID-19 di Indonesia semakin terlihat. 

Oleh karenanya, Dewan Pengarah Forum Solidaritas Kemanusiaan (FSK) sekaligus Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Prof Jamal Wiwoho menilai langkah ini pun sangat tepat diterapkan lagi di Indonesia kendati harus waspada dan meminimalisasi dampaknya dari kebijakan tersebut. 

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Menurut Prof Jamal, pandemi sangat memengaruhi banyak sektor. Baik dari ekonomi, kesehatan juga pendidikan.

“Pemerintah harus kembali menggerakkan ekonomi rakyat kita. Semua sektor ini harus beralih, dari face to face sekarang memanfaatkan digital saja," katanya dikutip dari keterangan persnya.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Apa yang perlu dilakukan untuk bisa hidup berdampingan dengan virus COVID-19? Berikut rangkumannya.

Pendidikan dibuka sesuai zona

Ia mencontohkan pada sektor pendidikan, sebelum PPKM Level 4 diterapkan, ada keputusan bersama para Menteri yang meminta segera kampus dan sekolah bisa dibuka tatap muka. "Tapi syaratnya ada rekomendasi dari Satgas COVID-19 dengan syarat yang ketat. Persyaratannya yaitu tidak zona merah, tidak di wilayah PPKM," ujarnya.

Namun, ia berujar jika orangtua tak mengizinkan maka sekolah tak bisa memaksa. Sebab, ini sebagai uji coba untuk membuka diri dengan kenormalan, mengingat kampus atau sekolah bisa jadi penyebaran COVID-19.

Belajar tatap muka sesuai tahapan

Prof Jamal yakin bahwa cukup banyak murid atau mahasiswa rindu datang belajar tatap muka. Akan tetapi, penerapan belajar tatap muka sebaiknya dimulai secara perlahan dimulai dari per tingkat hingga durasi belajar.

“Ini pun menjadi dilema, jadi kalau mau dimulai tatap muka tentu tidak semua masuk bareng, di perguruan tinggi dicoba, misal mahasiswa semester 1 dan 7 tatap muka, lalu 1 kelas 25 mahasiswa, jamnya enggak boleh lama-lama, 1 mata kuliah itu 100 menit,” ujarnya.

Mengubah gaya hidup

Di lain hal, Prof Jamal juga menambahkan bahwa masyarakat Indonesia juga akan terus menghadapi pandemi COVID-19 yang belum diketahui sampai kapan berakhir. Karena itu, masyarakat juga harus mengubah gaya hidup dengan protokol kesehatan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut