Jangan Sembarangan Minum Vitamin C, Perhatikan 2 Hal Ini

Ilustrasi vitamin/obat.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VoxPop – Konsumsi vitamin di tengah pandemi kian meningkat, salah satunya karena banyak masyarakat yang menyadari pentingnya menjaga imunitas tubuh.

img_title 80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar dan Lebih Mahal, Amran: Itu Penipuan

Salah satu vitamin yang banyak dicari adalah vitamin C. Namun, konsumsi vitamin C juga bisa memicu berbagai gejala dan ketidaknyamanan di lambung, terutama bagi mereka yang memang memiliki kecenderungan gangguan asam lambung.

Karena itu, mengonsumsi vitamin C haruslah tepat dan tidak boleh sembarangan, sebab pada orang tertentu bisa memicu permasalahan lain khususnya yang memiliki lambung sensitif.

img_title Penting Buat yang Mau Promil! Ini Alasan Vitamin D3 Harus Terpenuhi

Nutrisionis dari DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan Ketua Indonesia Sport Nutritionists Association (ISNA) dr. Rita Ramayulis, DCN, M. Kes. memaparkan beberapa faktor yang penting diperhatikan ketika memilih vitamin C untuk dikonsumsi setiap hari.

Aman untuk lambung

img_title Sebelum Menggunakan Retinol, Ketahui Dulu Efek Sampingnya agar Kulit Tidak Semakin Bermasalah

Dokter Rita menjelaskan, suplementasi vitamin C yang beredar juga berbeda-beda ikatannya. Ada yang bentuknya asam askorbat murni dan biasanya cenderung bereaksi meningkatkan produksi asam lambung. Tetapi, pada beberapa suplemen lain asam askorbat itu diikat dengan dengan mineral yang bersifat basa. Jadi, ketika sampai di lambung tidak membuat situasi sangat asam, karena sifat mineral itu membasakan, sehingga terjadi keseimbangan asam basa di dalam lambung.

"Hal ini dimungkinkan berkat kecanggihan teknologi di bidang farmasi. Salah satunya sodium askorbat yang sering disebut buffered vitamin C. Jadi, walaupun sifat vitamin C sesungguhnya memang asam, namun vitamin C yang dihasilkan lebih bisa diterima oleh orang-orang dengan gangguan asam lambung,” jelasnya.

Ilustrasi vitamin/obat.

Photo :
  • Freepik/freepik

Hindari yang bersoda dan berpengawet

Penggunaan soda di vitamin C soda itu terjadi karena beberapa alasan, misalnya agar ada sensasi rasa, serta mengawetkan kandungan vitamin C itu agar lebih stabil.

Menurut dokter Rita, menambahkan air soda artinya memang menambahkan pengawet di dalamnya.  Zat yang biasa ditambahkan itu seperti sodium bicarbonate, sodium sitrat, atau disodium fosfat.

"Jika itu yang ditambahkan, memang bisa saja mengawetkan kandungan vitamin C, tetapi jika dikonsumsi dalam jumlah tertentu oleh orang tertentu, beberapa jurnal kesehatan mengatakan dapat mempengaruhi kesehatan pencernaan," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut