Dikonsumsi Jutaan Orang, Minuman Ini Gandakan Risiko Kanker Usus

Ilustrasi kanker usus besar.
Sumber :
  • http://beritatrendz.blogspot.com

Pemantauan sejak lama

img_title Viral! Pria Diduga Lecehkan Penumpang Wanita di Transjakarta, Dapat Sanksi Blacklist

Ilustrasi wanita sakit.

Photo :
  • U-Report

Selama 24 tahun pemantauan, 109 wanita mengembangkan kanker usus sebelum usia 50 tahun. Untuk itu, asupan minuman manis yang lebih tinggi di masa dewasa dikaitkan dengan risiko penyakit yang lebih tinggi, setelah memperhitungkan faktor risiko yang berpotensi berpengaruh.

img_title Di Balik Lezatnya Nasi Goreng, Waspadai Bahan yang Dianggap Jadi Pemicu Penyakit

Dibandingkan dengan peserta yang minum kurang dari 1 porsi seminggu, wanita yang minum dua atau lebih setiap hari, dua kali lebih mungkin didiagnosis menderita kanker usus, dengan setiap porsi harian dikaitkan dengan risiko 16 persen lebih tinggi. 

Di antara 41.272 yang melaporkan pola konsumsi saat mereka remaja, setiap porsi harian dikaitkan dengan risiko 32 persen lebih tinggi untuk mengembangkan penyakit sebelum usia 50 tahun.

img_title Harga Minyak Goreng, Gula, Beras hingga Telur Ayam Kembali Melonjak, Cek Daftar Lengkapnya

Mengganti minuman yang dimaniskan dengan gula dengan minuman dengan pemanis buatan, kopi, atau susu semi-skim atau susu murni dikaitkan dengan risiko 17 hingga 36 persen lebih rendah dari diagnosis kanker usus sebelum usia 50 tahun. 

"Penting untuk dicatat bahwa ini merupakan studi observasi. Dengan demikian, tidak dapat menentukan penyebab, hanya korelasi. Dan mengingat sebagian besar peserta adalah wanita kulit putih, temuan ini mungkin tidak berlaku untuk pria atau kelompok ras/etnis lainya," kata para peneliti. 

Namun demikian, para peneliti membuktikan bahwa ada beberapa penjelasan yang masuk akal secara biologis dari temuan mereka, yaitu minuman manis dapat menekan rasa kenyang dan terkait dengan penambahan berat badan. 

Minuman ini juga mendorong peningkatan pesat dalam glukosa darah dan sekresi insulin, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan resistensi insulin, peradangan, obesitas, dan diabetes tipe 2. 

"Bukti yang muncul juga menunjukkan bahwa fruktosa dapat merusak fungsi penghalang usus dan meningkatkan permeabilitas usus, yang dapat mendorong perkembangan kanker," ungkap para peneliti.

"Konsumsi (minuman manis) dapat berkontribusi pada meningkatnya insiden (kanker usus dini)," tambah mereka. 

Para peneliti menyimpulkan, mengurangi asupan atau mengganti dengan minuman sehat lainnya di kalangan remaja dan dewasa, dapat menjadi strategi untuk mengurangi beban kanker usus yang berkembang sebelum usia 50 tahun. 

Ditjen Perkebunan Kementan meningkatkan ekstensifikasi dan intensifikasi tebu

Pemerintah Wajibkan Industri Gula Punya Kebun Tebu Sendiri, Asosiasi Petani Buka Suara

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen menilai, aturan tersebut sulit direalisasikan dalam waktu dekat.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut