Ahli Tegaskan Varian Delmicron Dipastikan Hoax

Ilustrasi virus corona/COVID-19.
Sumber :
  • Freepik/freepik

VoxPop – Baru-baru ini heboh adanya varian COVID-19 Delmicron, yang merupakan gabungan antara varian Delta dan Omicron. Namun, para ilmuwan dan ahli memastikan bahwa kabar ini merupakan isapan jempol belaka alias hoax.

img_title Perkuat Akses Produk Resmi, Delta Sukses Teknologi Perluas Distribusi ke Ritel Modern

Direktur Tata Institute for Genetics and Society, Bangalore India, Dr Rakesh Kumar Mishra, memastikan bahwa varian Delmicron itu tidak ada. 

"Delmicron adalah istilah yang menyesatkan. Tidak ada varian baru dengan nama ini," tegas dia, dikutip Times of India, Senin, 27 Desember 2021.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Dokter Rakesh menambahkan sangat jarang seorang pasien terinfeksi dua varian COVID-19 secara bersamaan.

"Sangat jarang orang yang sama memiliki kedua varian dan bahkan tidak tepat memberikan nama baru," ujarnya.

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Ilustrasi virus corona/COVID-19.

Photo :
  • Freepik/freepik

Lebih lanjut menurut dia, jika memang ada varian baru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akan memberi nama.

"Saat ini di beberapa negara, ada peningkatan kasus karena dua varian, Omicron dan Delta. Tapi, itu bukan varian baru," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, menyatakan hal yang sama. Dia menegaskan, Delmicron bukanlah varian baru COVID-19. 

"Delmicron bukanlah varian baru dari virus corona seperti Alpha atau Beta," kata dia, di Twitter, dikutip VoxPop. 

Menurut pria yang akrab disapa Prof. Beri itu, Delmicron hanyalah istilah yang dipakai karena dua varian, yaitu Delta dan Omicron, telah menimbulkan lonjakan kasus di berbagai negara. 

"Artinya, Delmicron cuma istilah yang mengacu pada situasi di mana Delta dan Omicron membuat lonjakan kasus di wilayah tertentu, kayak di Amerika. Di sana Omicron menyumbang 73% dari total kasus baru," papar Prof. Beri.

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut