Terlalu Lama Main Smartphone Picu Computer Vision Syndrome, Apa Itu?
- U-Report
Mengapa bisa timbul gejala CVS?
Ariesanti memaparkan, gejala yang disebabkan pada mata akibat konsentrasi di depan komputer sehingga turunnya refleksi berkedip hingga 6 - 8 kali per menit, akan berakibat menurunkan kualitas air mata. Itulah yang dinamakan gejala penyakit mata kering.
"Sementara untuk gejala kelelahan mata karena adanya usaha memfokuskan bayangan saat menatap komputer pada jangka waktu yang lama sehingga berakibat otot siliaris berkontraksi," ujarnya..
Menurut Ariesanti, gejala pada otot atau tulang belakang juga diakibatkan karena cara duduk yang salah berulang-ulang, seperti membungkuk, atau tidak tegak, dan tekuk leher yang menekuk sehingga membuat aliran darah kurang lancar.
"Akibat hal di atas maka akan mengalami keluhan CVS seperti penglihatan kabur saat melihat dekat, kabur saat melihat jauh setelah menggunakan komputer, serta kesulitan memfokuskan bayangan dari satu jarak ke jarak yang berbeda," katanya.
Sedangkan keluhan yang berhubungan dengan penyakit mata kering, antara lain, iritasi atau terasa panas seperti terbakar, mata terasa kering, tegang, dan sakit kepala serta kelelahan pada mata.
"Untuk itu guna mencegah terjadinya CVS, maka sebaiknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu periksa kondisi mata sebelum menggunakan komputer, pastikan cukup penerangan dengan posisi duduk yang ergonomis, serta meminimalisir glare dan sesuaikan brightness dan contrast," ujar dia.
"Jarak yang ideal dalam penggunaan smartphone sekitar 1 inci, dan untuk komputer sekitar 2 inci, serta 10 inci untuk televisi atau kurang lebih 3 meter. Lalu, biasakan juga melihat jarak jauh sekitar 20 kaki selama 20 detik, setelah maksimal melihat jarak dekat setelah 20 menit," tutur Ariesanti.
Bagaimana mengatasi keluhan CVS?
Ariesanti memaparkan, untuk mengatasi keluhan ini, maka koreksilah kelainan refraksi (minus, plus, silinder). Hindari juga pemakaian lensa kontak bila bekerja lama di depan komputer, gunakan tetes air mata secara rutin, serta mengonsumsi suplemen seperti omega-3, vitamin D, dan antioksidan.
"Gunakan analgetik atau anti radang untuk gangguan otot leher atau bahu atau tulang belakang. Konsultasikan dengan orthopedist atau neurologis, serta fisioterapist, jika terdapat kelainan pada postur tubuh," kata dia.
