Nocebo, Efek Samping Vaksin Akibat Pola Pikir Negatif
- The Conversation
Studi tersebut menunjukkan, efek nocebo dapat menjelaskan lebih dari tiga perempat dari semua efek samping pada kelompok vaksin. Itu juga hampir seperempat dari semua efek lokal yang dilaporkan.
"Gejala nonspesifik seperti sakit kepala dan kelelahan, yang kami tunjukkan sangat sensitif terhadap nocebo, terdaftar di antara reaksi merugikan yang paling umum setelah vaksinasi COVID-19 di banyak selebaran informasi," kata penulis senior studi Ted J Kaptchuk, profesor kedokteran di Harvard Medical Sekolah.
Setelah dosis kedua, analisis menemukan bahwa efek samping di antara kelompok plasebo turun menjadi 32 persen melaporkan setiap kejadian sistemik, dan 12 persen melaporkan efek lokal. Sebaliknya, para peneliti mengatakan bahwa peserta yang menerima vaksin melaporkan lebih banyak efek samping, dengan 61 persen melaporkan efek samping sistemik dan 73 persen melaporkan efek samping lokal.
“Bukti menunjukkan bahwa informasi semacam ini dapat menyebabkan orang salah mengartikan efek samping sehari-hari yang umum timbul dari vaksin. Atau menyebabkan kecemasan dan kekhawatiran dari pola pikir negatif, yang membuat orang sangat waspada terhadap perasaan tubuh tentang efek samping,” tambah Dr Kaptchuk.
Studi tersebut memperkirakan nocebo dapat menjelaskan hampir setengah dari efek samping yang dilaporkan setelah dosis kedua. Sementara alasan penurunan relatif efek nocebo antara dua dosis ini tidak dapat dikonfirmasi dalam penelitian ini, para peneliti menduga tingkat efek samping yang lebih tinggi pada kelompok vaksin pertama kali mungkin telah membuat peserta lebih mengantisipasi untuk kedua kalinya.
Perlu Penelitian Lebih Lanjut
Ilustrasi penelitian.
- Pixabay/Herney
Namun, para ilmuwan juga menyarankan agar berhati-hati saat menafsirkan hasilnya. Mereka mengatakan, jumlah yang relatif kecil dari percobaan yang disertakan dalam analisis dan tingkat heterogenitas yang tinggi antara percobaan adalah beberapa keterbatasan penelitian.
Misalnya, beberapa uji coba yang disertakan dalam penelitian ini mengadopsi metode yang berbeda untuk menilai efek samping pada pasien dengan daftar periksa gejala yang berbeda, dan juga melibatkan berbagai jenis vaksin COVID-19 yakni mRNA, berbasis protein, dan berbasis vektor virus.
Sementara para peneliti percaya temuan tanggapan nocebo tinggi masih relevan untuk perawatan kesehatan sehari-hari, mereka telah menyerukan meta-analisis yang lebih besar untuk menyelidiki lebih lanjut peran penyebab efek samping yang dicatat dalam penelitian ini.
