Kenali Bahaya Perlengketan Rahim bagi Kesuburan

Ilustrasi uterus, rahim
Sumber :
  • Pixabay/ LJNovaScotia

VoxPop – Perlengketan rahim atau sindrom Asherman adalah kondisi di mana jaringan parut atau adhesi terbentuk pada dinding atau leher rahim. Jaringan parut ini membuat dinding rahim menempel sehingga mengurangi ukuran rahim.

img_title Viral! Kekasih Lamine Yamal Dikritik Usai Video Unggahan Ulangnya Soal Kehamilan di TikTok, Ada Apa?

Pada kasus yang parah, seluruh dinding depan dan belakang rahim dapat menyatu. Dalam kasus yang lebih ringan, perlengketan dapat muncul di area rahim yang lebih kecil. Adhesi bisa tebal atau tipis, dan mungkin jarang ditemukan atau digabung menjadi satu.

Gejala sindrom Asherman

img_title Dokter Beberkan Usia Ideal Menjalani Program Bayi Tabung, Peluang Berhasil Lebih Tinggi

Ilustrasi pil kontrasepsi

Photo :
  • Pixabay

Dilansir dari healthline, mayoritas wanita yang memiliki sindrom Asherman memiliki sedikit atau tidak ada menstruasi. Beberapa wanita mengalami rasa sakit pada saat seharusnya menstruasi, tetapi tidak mengalami pendarahan. 

img_title Sering Mood Swing Jelang Menstruasi? dr Zaidul Akbar Ungkap Kaitan Semangkuk Bakso dan Keseimbangan Hormon

Hal ini bisa menunjukkan bahwa Anda sedang menstruasi, tetapi darah tidak dapat meninggalkan rahim karena jalan keluarnya terhalang oleh jaringan parut. Jika menstruasi Anda jarang, tidak teratur, atau tidak ada, itu mungkin karena kondisi lain, seperti:

- kehamilan
- stres
- penurunan berat badan secara tiba-tiba
- kegemukan
- olahraga berlebihan
- minum pil kontrasepsi
- menopause
- sindrom ovarium polikistik (PCOS)

Temui dokter jika menstruasi Anda berhenti atau menjadi sangat jarang. Mereka dapat menggunakan tes diagnostik untuk mengidentifikasi penyebab dan memulai pengobatan.

Penyebab

Menurut Asosiasi Asherman Internasional, sekitar 90 persen dari semua kasus sindrom Asherman terjadi setelah prosedur pelebaran dan kuretase (D dan C). A D dan C umumnya dilakukan setelah abortus inkomplit, retensio plasenta setelah melahirkan, atau sebagai aborsi elektif.

Jika D dan C dilakukan antara 2 hingga 4 minggu setelah melahirkan untuk retensio plasenta, maka ada kemungkinan 25 persen untuk mengembangkan sindrom Asherman. Risiko mengembangkan kondisi ini meningkat semakin banyak prosedur D dan C yang dilakukan seorang wanita.

Kadang-kadang adhesi dapat terjadi sebagai akibat dari operasi panggul lainnya, seperti operasi caesar atau pengangkatan fibroid atau polip.

Kesuburan

Ilustrasi kanker rahim.

Photo :
  • U-Report

Beberapa wanita dengan sindrom Asherman tidak dapat hamil atau mengalami keguguran berulang. Dimungkinkan untuk hamil jika Anda memiliki sindrom Asherman, tetapi perlengketan di dalam rahim dapat menimbulkan risiko bagi janin yang sedang berkembang. Peluang Anda untuk keguguran dan lahir mati juga akan lebih tinggi daripada wanita tanpa kondisi ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut