'Pengobatan' Terawan Disorot, Ahli Sebut Tak Ada Bukti Ilmiah

Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto
Sumber :
  • DPR RI

VoxPop –Berita pemberhentian seorang dokter ternama dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) masih menjadi perhatian publik hingga kini. Dialah, mantan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto yang kian menjadi polemik dengan IDI.

img_title Viral, Sahabat Ungkap Almarhum Yurizal Sempat Menangis Baca Komentar Nirempati

Beritanya semakin ramai dengan maraknya para tokoh masyarakat memberi testimoni yang menyatakan bahwa selama ini yang bersangkutan telah berhasil menyembuhkan ribuan orang dengan metoda terapi yang masih diperdebatkan manfaatnya, dan menjadi salah satu penyebab alasan pemberhentian. Dokter Spesialis Jantung sekaligus Pengamat masalah Kesehatan dr. Bambang Budiono, Sp.JP, FIHA. FAPSIC, FSCAI, mengutarakan pendapatnya.

"Sebagai sejawat yang telah menyatakan sumpah sebagai saudara kandung, tentu ikut prihatin dan sedih akan peristiwa tersebut, namun itu suatu keputusan yang telah diambil di forum tertinggi organisasi. Saya tak akan masuk dalam masalah itu, karena tak memiliki interes untuk terlibat dalam pusaran konflik," tuturnya dalam keterangan pers yang diterima VoxPop, Jumat 8 April 2022.

img_title IDI Angkat Bicara soal Dugaan Komentar Nirempati ke Pasien, Akankah Dokter Dijatuhi Sanksi?

dr Terawan menyuntikkan vaksin Nusantara ke Aburizal Bakrie

Photo :
  • VoxPop

Menurut Bambang, salah satu yang seharusnya disorot adalah metode pengujian obat yang harus bisa diterima masyarakat luas, yang mana terkait dengan pengobatan yang diklaim oleh dokter Terawan. Pengobatan apa pun harus melewati berbagai uji agar terbukti keampuhannya dan bukan bermodal testimoni.

img_title Ada Apa dengan Profesi Dokter? IDI Buka Suara Soal Maraknya Kasus Kematian Tenaga Kesehatan

"Perlu dipahami, dunia kedokteran tak memberi tempat untuk testimoni karena tak bisa diuji. Sekalipun diucapkan oleh seorang Menteri atau bahkan presiden pun, testimoni tak akan pernah memiliki nilai setara bukti klinis," tegas Bambang.

Beberapa cara yang bisa dipakai menggunakan hasil antara atau “surrogate end point”, misalnya melihat adanya perubahan penanda khusus dari hasil laboratorium, melihat perubahan dari pencitraan khusus (kardiologi nuklir, ekokardiografi, dll) yang digunakan untuk melihat dampak suatu pengobatan. 

Eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto

Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Upaya lain dalam sebuah metode pengobatan, bisa juga dengan menggunakan data klinis sebagai hasil akhir, misalnya peningkatan kemampuan fisik, penurunan kekerapan dirawat di rumah sakit akibat gagal jantung, penurunan kejadian serangan jantung dan kematian, dan lain lain. Menilai keunggulan suatu metoda pengobatan, bisa dilakukan dengan membandingkan obat atau metoda baru dengan terapi standar (jika sudah ada), atau membandingkan dengan suatu bahan yang tidak aktif yang disebut plasebo.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut