7 Gejala Tipes yang Harus Diperhatikan Sebelum Terjadi Komplikasi
- Pexels/Andrea Piacquadio
1. Demam
Tipes.
- U-Report
Demam adalah gejala tipes yang paling umum dialami oleh orang dewasa. Demam ini sebetulnya adalah proses peradangan dalam tubuh yang dipicu oleh kerja sistem imun ketika melawan bakteri Salmonella Typhi.
Demam karena tipes cenderung akan meningkat secara pelan di minggu pertama dan biasanya dapat mencapai 39 hingga 40 derajat celcius. Tapi, demam ini akan terasa lebih parah di malam hari. Pada orang dewasa, gejala ini juga sering disertai dengan sakit kepala.
2. Tubuh Terasa Lemas
Ilustrasi Penderita Tipes
- U-Report
Ketika terkena tipes, tubuh akan terasa lemas dan tidak berenergi. Hal ini biasanya terjadi lantaran gejala tipes berupa diare membuat tubuh terus membuang banyak cairan dan elektrolitnya melalui feses dan keringat.
Padahal, cairan ini memiliki fungsi untuk membantu otot dapat bekerja dan berkontraksi dengan baik. Maka dari itu, tidak heran bila tubuh akan terasa lebih lemas, lesu, dan seperti tidak ada tenaga ketika sakit tipes.
3. Sakit Perut
Ilustrasi sakit maag/sakit perut.
- Pexels/Andrea Piacquadio
Gejala tipes yang satu ini masih berhubungan dengan diare. Sakit perut karena tipes umumnya kerap diiringi dengan gejala diare. Perut akan terasa sakit saat infeksi masih menyerang sistem pencernaan. Sistem kemudian akan bermasalah lalu meminta bantuan otak untuk memicu otot usus berkontraksi supaya feses dikeluarkan. Selama ini, perut akan terasa kram dan mulas.
4. Gangguan Pencernaan
Sakit perut saat menstruasi
- Pixabay
Tipes merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyerang pencernaan, khususnya usus. Oleh sebab itu, tidak heran bila salah satu gejala yang biasanya terjadi adalah gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit. Diare lebih sering muncul sebagai gejala tipes pada anak, sementara sembelit adalah gejala yang biasanya menyerang orang dewasa.
5. Hilang Nafsu Makan
nafsu makan
- U-Report
Kehilangan nafsu makan juga menjadi bentuk dari respons peradangan tubuh. Sistem imun akan merangsang otak untuk melepaskan zat kimia yang bernama leptin yang bekerja untuk menurunkan nafsu makan. Penurunan nafsu makan ini juga bertindak sebagai cara untuk mencegah bakteri masuk lebih banyak lagi melalui makanan.
Ketika kamu makan lebih sedikit juga, artinya kamu memberikan asupan makanan yang lebih sedikit untuk bakteri yang ada di dalam tubuh. Pada akhirnya, bakteri yang kelaparan akan cepat mati. Gejala hilangnya nafsu makan ini biasanya muncul yang menandakan bahwa tubuh sedang dalam proses pemulihan dari tipes.
