Hepatitis Akut Misterius, Kenali Cara Menular, Gejala dan Penyebab

Ilustrasi anak sakit.
Sumber :
  • Pexels/Cottonbro

VoxPop – Hepatitis akut misterius atau non-etiologi masih menjadi perbincangan hangat lantaran kasusnya kian bertambah dan terutama menjangkiti usia anak. Untuk itu, kenali lebih dalam mengenai penularan, gejala, hingga penyebab hepatitis akut ini agar orangtua bisa bertindak cepat mencegah dampak berbahaya pada anak.

img_title Hepatitis Bukan Sekadar ‘Sakit Kuning’, Ini Fakta, Risiko, dan Pencegahannya

Beberapa waktu lalu, Ketua Umum PB IDI, dr Moh. Adib Khumaidi, SpOT meminta agar seluruh Organisasi Profesi Medis di bawah IDI, seluruh dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di berbagai jenis fasilitas kesehatan tingkat pertama yakni Puskesmas, Posyandu, klinik praktik mandiri, serta dokter praktik perorangan juga mewaspadai setiap gejala Hepatitis pada anak dan dewasa. 

Berikut rangkuman terkait fakta-fakta hepatitis akut misterius yang dirangkum VoxPop.

img_title Kenali Penyakit Hepatitis, IDI Woha Bagikan Informasi Pengobatan yang Tepat

Gejala Hepatitis

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memberikan pedoman gejala hepatitis akut misterius berdasarkan kasus yang dilaporkan. Hepatitis akut yang masih belum diketahui penyebabnya ini sebagian besar memiliki gejala antara lain:

img_title Hampir 40.000 Kasus Hepatitis Tercatat di Gaza Sejak Dimulainya Perang Israel

- Perubahan warna urin (gelap) dan/atau feses (pucat)
- Kuning
- Gatal
- Nyeri sendi atau pegal-pegal
- Demam tinggi
- Mual, muntah, atau nyeri perut
- Lesu, dan atau hilang nafsu makan
- Diare, serta kejang, dan ditandai dengan Serum Aspartate transaminase (AST) / SGOT atau Alanine transaminase (ALT) / SGPT lebih dari 500 U/L.

Ilustrasi sakit perut.

Photo :
  • Pexels/cottonbro

Sementara, berdasarkan pedoman Kementerian Kesehatan RI, di mana kewaspadaan meningkat setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran.

"Jika anak-anak memiliki gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, penurunan kesadaran agar segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat," tutur Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut