5 Mitos dan Fakta Mengenai Kesehatan Kulit
Orang Berkulit Gelap Tak Butuh Sunscreen
Wanita berkulit gelap.
- U-Report
Masih seputar penggunaan sunscreen, beberapa orang berpendapat bahwa orang dengan warna kulit gelap dianggap tidak membutuhkan sunscreen. Ini tentu saja tidak benar. Semua orang, apapun warna kulitnya, membutuhkan sunscreen untuk melindungi kulit dari sinar UVA agar terhindar dari penuaan dini, keriput hingga flek hitam. Bahkan tak hanya untuk estetika, kulit yang terlalu sering dan lama terkena sinar matahari ekstrem bisa berpotensi terkena kanker kulit.
Gunakan Perawatan Kulit Sebanyak Banyaknya
Ilustrasi produk make-up dan skincare.
Banyak yang beranggapan bahwa semakin banyak perawatan kulit atau skincare, yang digunakan, maka semakin sehat pula kulit seseorang tersebut. Padahal hal ini tak sepenuhnya benar. Faktanya, terlalu banyak mengoleskan produk kecantikan atau skincare dapat meningkatkan risiko iritasi pada kulit.
Oleh karena itu, disarankan untuk tidak berlebihan dalam menggunakan produk skincare. Produk basic yang wajib dimiliki tidak lah terlalu banyak, seperti pembersih wajah, pelembap, tabir surya, dan toner sesuai jenis kulit. Gunakan skincare sesuai dengan kebutuhan kulit. Jika tak yakin, konsultasikan kepada ahlinya, seperti dermatologist untuk mengetahui permasalahan kulit agar skincare yang digunakan juga tak salah.
Banyak Minum Air Putih Dapat Menyehatkan Kulit
Ilustrasi minum air/air putih.
- Pexels/Karolina Gabrowska
Air putih memang cairan yang "sakral" bagu tubuh. Karena tubuh kita setidaknya membutuhkan 2 liter air setiap harinya. Namun, banyak minum air putih bisa menyehatkan kulit bisa dikatakan benar namun juga tidak sepenuhnya. Karena, jumlah air putih yang dikonsumsi tidak secara langsung memengaruhi kulit. Namun, air tetap diperlukan untuk menjaga kelembapan kulit dan ketika mengalami dehidrasi berat, kulit akan terlihat kusam dan kurang elastis.
Kebanyakan air putih pun tidak lah bagus. Overhidrasi atau kebanyakan minum bisa menyebabkan water intoxication atau keracunan air. Proses ini bisa menyebabkan kebingungan, disorientasi, mual dan muntah hingga pembengkakan otak.
