Bisa Bikin Bergairah, Cupang Ternyata Juga Picu Stroke Hingga Kematian

Ilustrasi bercinta/pasangan.
Sumber :
  • Freepik/lookstudio

VoxPop Lifestyle – Cupang menjadi aktivitas seksual yang kerap dilakukan pasangan selain berciuman. Cupang atau hickey merupakan salah satu jenis ciuman yang dilakukan dengan cara menghisap dan menggigit leher maupun bagian tubuh lainnya dari pasangan.

img_title 73 Persen Pasangan Tak Pernah Diskusi Soal Seks, Psikolog Peringatkan Dampaknya pada Hubungan

Biasanya, cupang akan meninggalkan bekas warna merah hingga keunguan di area ciuman. Aktivitas ini sering dilakukan untuk membakar gairah di antara pasangan. Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang membuat leher Anda menjadi merah dan ungu setelah pasangan Anda memberikan ciuman cupang?

Melansir laman Your Tango, ketika mulut Anda menempel pada kulit cukup keras dan menyebabkan cukup hisapan, pembuluh darah super kecil yang disebut kapiler tepat di bawah permukaan kulit Anda bisa pecah. Pecahnya pembuluh darah ini kemudian menyebabkan darah dari kapiler bocor ke daerah sekitarnya. Itulah yang menyebabkan leher Anda terlihat seperti memar.

img_title Sudah Diperiksa, Begini Nasib Mahasiswa PNJ yang Kepergok Ciuman Sesama Jenis

Namun Anda perlu hati-hati, meski menggairahkan, cupang bisa membahayakan diri Anda sendiri. Sebab percaya atau tidak, ada kasus di mana cupang menyebabkan pembekuan darah dan stroke yang serius pada manusia. Ketika kapiler pecah ke daerah sekitarnya, sel-sel darah bisa berakhir menjejalkan pembuluh darah di dekatnya, yang pada akhirnya menyebabkan pembekuan. Dalam kasus yang sangat jarang, ini dapat menyebabkan masalah serius seperti stroke.

Ilustrasi pasangan.

Photo :
  • Freepik/lookstudio
img_title Pengakuan Mahasiswa PNJ yang Kepergok Ciuman Sesama Jenis, Ngaku Berkenalan Lewat X

Bahkan, ada kasus mengerikan yang menyebabkan seorang anak berusia 17 tahun yang meninggal akibat mendapat cupang dari kekasihnya. Anak laki-laki itu meninggal karena gumpalan darah yang mengalir ke otaknya.

Meski demikian, menurut salah satu ahli bedah plastik terkemuka di New York City, dr. Steinbrech, kemungkinan seseorang meninggal karena cupang sangat kecil.

“Pembekuan darah harus dihindari bila memungkinkan. Setiap gumpalan darah berpotensi mematikan. Namun, kemungkinan kematian akibat bekuan darah karena cupang sangat, sangat rendah,” kata dia.

Namun, cupang juga bisa meningkatkan risiko penyakit lainnya. Misalnya, herpes oral dapat menyebar melalui cupang jika cukup banyak pembuluh darah pecah dan bersentuhan dengan virus herpes simpleks. Herpes oral tidak sama dengan herpes genital, tetapi tetap bukan sesuatu yang ingin membuat Anda tertular jika dapat menghindarinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut