Imunoterapi PD-1 Inhibitor, Pengobatan Baru Pasien Kanker Paru

Ilustrasi paru-paru/rontgen/x-ray.
Sumber :
  • Freepik/pressfoto

Ilustrasi dokter/tenaga kesehatan.

Photo :
  • Freepik
img_title Mengenal RFA dan TACE, Metode Atasi Kanker Hati Tanpa Operasi

Data dalam paparan Andhika menunjukan kanker paru bukan sel kecil pada stadium lanjut, jika diobati dengan kemoterapi standar dapat memiliki harapan hidup rata-rata hingga 8 bulan. Sedangkan, pasien kanker paru yang diagnosa dengan mutasi EGFR positif, jika diterapi dengan kombinasi kemoterapi dan terapi target EGFR inhibitor dapat mempunyai harapan hidup secara keseluruhan mencapai 11,5 bulan.

Sementara itu, pasien yang telah didiagnosa dengan mutasi ALK positif jika mendapatkan pengobatan kombinasi kemoterapi standar dengan terapi target ALK inhibitor dapat memperpanjang angka kelangsungan hidup bebas progresi pasien.

img_title Mengenal Jenis-jenis Kanker Paru dan Cara Modern Pengobatannya

Namun, perlu diketahui terapi target hanya dapat digunakan jika ditemukan mutasi tertentu. Sedangkan, Sebagian besar dari kasus kanker paru tidak memilki mutasi EGFR dan hanya dapat diobati dengan kemoterapi standar sebagai modalitas pengobatan. Pada tahun 2013, dunia medis telah menemukan terobosan terbaru dalam pengobatan kanker paru, yaitu Imunoterapi untuk kanker dan diberikan judul "Breakthrough of the Year" oleh majalah Science, sebuah majalah ilmiah terbesar di dunia.

Salah satu terapi sistemik imunoterapi yang tersedia di Indonesia adalah imunoterapi PD-1 inhibitor yang memberikan harapan baru bagi pasien kanker paru yang tidak memiliki mutasi EGFR, di mana Programmed Death-1 atau PD-1 merupakan salah satu protein yang bertindak sebagai “pos keamanan” untuk menjaga respons kekebalan tubuh agar tetap terkendali.

img_title Deteksi Kanker Paru Lebih Cepat dan Akurat dengan EBUS!

Ilustrasi sel kanker.

Photo :
  • Pixabay

PD-1 ini bekerja seperti pos keamanan yang dapat mengarahkan pasukan sistem imun (sel-T) untuk tidak membunuh sel kanker karena sel kanker telah menyamar sebagai sel sehat. Namun, dengan membubarkan pos keamanan PD-1, sel kanker tidak akan bisa menyamar dan sistem imun akan menerima arahan untuk menghancurkan sel kanker.

Dengan cara kerja di atas, Imunoterapi PD-1 inhibitor mengurangi risiko kematian hingga 38 persen jika dibandingkan dengan kemoterapi saja. Imunoterapi PD-1 Inhibitor memberikan harapan hidup jauh lebih lama bagi penyintas kanker paru, terutama jika memiliki ekspresi PD-L1 lebih dari 50 persen. 

"Sebelum pemberian immuno kita lakukan pemeriksaan PD-1 kalau hasilnya total performance score bisa tanpa kemoterapi kalau posisi skornya 1-49 dia butuh kombinasi dengan kemoterapi," ujar Andika.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut