Ahli: Orang yang Mendengkur, Lebih Besar Kemungkinan Kena Kanker
- Freepik/nensurla
Peneliti membagi pasien menjadi dua kelompok. Satu adalah 2.093 pasien yang memiliki gangguan dan didiagnosis dengan kanker sebelum ada diagnosis OSA. Kelompok kedua memiliki OSA tetapi tidak ada indikasi kanker
Studi ini mengukur jumlah gangguan pernapasan yang dialami pasien saat tidur dan menilai mereka pada indeks apnea hypopnea (AHI).
Mereka juga melihat berapa kali kadar oksigen dalam darah turun 3% selama setidaknya 10 detik setiap jam, diukur melalui indeks desaturasi oksigen (ODI).
Menurut hasil, yang mana para peneliti juga mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran tubuh, masalah kesehatan lainnya dan status sosial ekonomi, pasien dengan kanker umumnya memiliki lebih banyak gangguan selama tidur mereka dan OSA yang lebih parah.
“(Pasien-pasien ini) diukur dengan rata-rata indeks apnea hypopnea 32 berbanding 30, dan indeks desaturasi oksigen 28 berbanding 26,” kata Palm. “Dalam analisis subkelompok lebih lanjut, ODI lebih tinggi pada pasien dengan kanker paru-paru (38 berbanding 27), kanker prostat (28 berbanding 24) dan melanoma ganas (32 berbanding 25).” jelas peneliti.
Namun, para peneliti mengatakan penelitian tersebut belum dapat menunjukkan bahwa OSA menyebabkan kanker, hanya saja hal itu terkait dengan kanker, dengan faktor gaya hidup seperti aktivitas fisik dan preferensi makanan yang tidak diperhitungkan secara menyeluruh dalam penelitian ini.
Tim peneliti merencanakan lebih banyak penelitian dengan peningkatan jumlah pasien dan mengikuti mereka dari waktu ke waktu.
"Hubungan antara OSA dan kanker kurang mapan dibandingkan hubungan dengan penyakit jantung dan pembuluh darah, resistensi insulin, diabetes dan penyakit hati berlemak," kata Palm. “Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak penelitian, dan kami berharap penelitian kami akan mendorong peneliti lain untuk meneliti topik penting ini.”
