Demensia Banyak Ditemukan di Usia Produktif, Kenali Gejala dan Penanganannya

ilustrasi demensia.
Sumber :
  • Pixabay/jarmoluk

VoxPop Lifestyle – Demensia menggambarkan serangkaian gejala, yaitu kehilangan memori, kesulitan berpikir dan pemecahan masalah bahkan bahasa. Demensia terjadi ketika otak mengalami kerusakan karena penyakit, seperti penyakit Alzheimer, stroke ataupun penyakit lainnya. 

img_title Jangan Anggap Sepele Kesepian, Studi Ungkap Dampaknya pada Daya Ingat Meski Bukan Penyebab Demensia

Demensia bukanlah penyakit spesifik tetapi merupakan sekelompok kondisi atau 'sindrom' gabungan sejumlah gejala dengan penurunan fungsi kognisi otak. Scroll untuk info selengkapnya. 

Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospital Mampang, dr. Laura P. Susila Tambunan, M.Kes, Mked(Neu), Sp.N., menjelaskan, secara detail, demensia bukanlah penyakit namun merupakan kondisi penurunan fungsi kognisi seperti hilangnya memori dan kemampuan menilai atau juga daya ingat, pola berpikir dan akan menggangu aktivitas penderita. 

img_title Riwayat Penyakit Hotman Paris yang Kini Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Pernah Abses Hati hingga Saraf Kejepit

Menurutnya, angka kejadian demensia paling sering terjadi pada usia >=65 tahun. Namun saat ini telah banyak ditemukan kasus demensia pada usia produktif 40-50 tahun. Bahkan telah dilaporkan kasus demensia pada usia 20 tahun. Demensia pada usia produktif ini dikenal dengan Young Onset Dementia atau Early Onset Dementia.

Ilustrasi demensia

Photo :
  • Times of India
img_title Di Balik Lezatnya Nasi Goreng, Waspadai Bahan yang Dianggap Jadi Pemicu Penyakit

"Dari banyak tipe demensia, data menunjukkan  yang paling sering ditemukan adalah Demensia Alzheimer yang berhubungan dengan perubahan genetik dan protein di organ otak. Lalu diikuti oleh Demensia Vaskular, yang diakibatkan oleh gangguan pada pembuluh darah otak seperti stroke atau small vessel diseasse," ujarnya saat Bincang Sehat melalui Live Instagram, baru-baru ini. 

Dokter Laura lebih lanjut menyampaikan, jenis demensia yang paling sering terjadi adalah penyakit Alzheimer dan demensia vaskular. Alzheimer adalah jenis demensia yang berhubungan dengan perubahan genetik dan perubahan protein di otak. Sedangkan, demensia vaskular adalah jenis demensia akibat gangguan di pembuluh darah otak.

Adapun terdapat perbedaan jelas antara pikun dan lupa dengan demensia, yaitu dari keadaan penderita. Menurut Laura, demensia lebih serius untuk ditopang kehidupannya karena demensia disebabkan rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf sel otak yang menyebabkan gangguan kognisi yang mengganggu fungsi sosial, aktivitas dan pekerjaan. 

"Faktor risikonya antara lain, pertambahan usia, genetik keluarga, pola makan tidak sehat, jarang berolahraga, dan dapat juga karena merokok dan kecanduan alkohol," ungkapnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut