Ilmuwan Khawatir Flu Burung Picu Pandemi Mematikan, Bisa Tulari Manusia?

Ilustrasi Flu Burung
Sumber :

VoxPop Lifestyle – Para ilmuwan khawatir virus flu burung bisa bermutasi menjadi pandemi selanjutnya yang terjadi pada manusia yang mematikan. Para ahli mengingatkan bahwa flu burung bisa bermutasi menjadi lebih berbahaya bagi manusia daripada saat ini.

img_title Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional, Bio Farma Luncurkan Bio-TCV Hasil Sinergi Akademisi & Industri

Peringatan ini diberikan hanya beberapa hari setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan negara -negara harus mempersiapkan kasus virus lain yang siap untuk menulat dari hewan ke manusia. Kekhawatiran telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir karena wabah saat ini yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang telah melihat berbagai mamalia, termasuk berang-berang dan rubah, terinfeksi. Scroll selanjutnya ya.

Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (WOAH) kini telah memperingatkan hewan mamalia lain dapat bertindak sebagai 'wadah tepat' untuk virus yang berbeda, yang dapat menyebabkan varian baru yang lebih berbahaya bagi manusia.

img_title Vaksin Bukan Cuma untuk Anak, Ini 7 Imunisasi Penting yang Perlu Dipertimbangkan Orang Dewasa

"Situasi saat ini menyoroti risiko bahwa influenza unggas H5N1 dapat menjadi lebih baik beradaptasi dengan mamalia, dan meluas ke manusia dan hewan lain," kata Otoritas Kesehatan Global itu, dikutip laman The Sun.

img_title Imunisasi Bayi dan Ibu Hamil Meningkat, Menkes Ungkap Datanya

Tingkat Kematian Tinggi

Strain H5N1 sudah memiliki tingkat kematian sekitar 50 persen di antara orang. Hanya 870 orang yang terinfeksi flu burung dalam 20 tahun terakhir dan 457 di antaranya meninggal.

Flu burung hanya pernah ditemukan di satu orang di Inggris, ketika Alan Gosling, pensiunan insinyur berusia 79 tahun di Devon, terinfeksi dari bebek di rumahnya pada bulan Desember 2021.Profesor Diana Bell, seorang ahli penyakit zoonosis dari University of East Anglia, mengatakan kepada The Sun beberapa kasus baru -baru ini di Inggris, AS dan Spanyol memperingatkan penularan berbahaya tersebut.

Ilustrasi flu burung lewat unggas

Photo :
  • Times of India

"Penularan yang beredar sekarang kurang ganas pada manusia, namun kami telah melihat dengan risiko COVID-19, Seberapa cepat strain baru dapat muncul. Kita juga tahu bahwa strain H5N1 saat ini membunuh berbagai spesies mamalia lainnya serta burung," tambahnya.

Pakar lain sebelumnya memberi tahu The Sun, mereka khawatir virus tersebut akan bergabung dengan virus lain untuk membuatnya kombinasi lebih berbahaya. Profesor James Wood, dari kedokteran hewan di University of Cambridge mengatakan bahwa terlepas dari apa yang tampaknya merupakan resistensi bawaan manusia terhadap strain virus saat ini, paparan yang meluas memang meningkatkan kemungkinan virus unggas yang bergabung kembali dengan virus influenza manusia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut