WHO Konfirmasi 9 Kematian Akibat Virus Marburg, Sefatal Ebola?
- WHO
CDC juga mencatat bahwa sekitar hari kelima, ruam yang tidak gatal di dada, punggung, atau perut dapat terjadi. Diagnosis klinis Marburg bisa jadi sulit, katanya, dengan banyak gejala yang mirip dengan penyakit menular lainnya seperti malaria, demam tifoid, dan Ebola.
Marburg
- U-Report
Dalam kasus yang fatal, kematian biasanya terjadi antara delapan dan sembilan hari setelah timbulnya penyakit dan umumnya didahului oleh kehilangan darah yang parah dan pendarahan, serta disfungsi multi-organ.
"Penampilan pasien dapat digambarkan sebagai "seperti hantu"," kata WHO.
Kondisi itu merujuk dengan raut wajah yang muram, mata cekung, wajah tanpa ekspresi, dan kelesuan yang ekstrem.
Tak Ada Vaksin
Tidak ada vaksin atau perawatan antivirus yang disetujui untuk mengobati virus Marburg. Perawatan suportif dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup, seperti rehidrasi dengan cairan oral atau intravena, menjaga kadar oksigen, menggunakan terapi obat dan mengobati gejala spesifik saat muncul.
Professor Adriono Duse dan perawat yang meneliti virus Marburg di Angola
- AP Photo
Beberapa ahli kesehatan mengatakan obat yang mirip dengan yang digunakan untuk Ebola bisa efektif tetapi perawatannya belum terbukti dalam uji klinis. Meningkatkan kesadaran akan sifat menularnya juga dapat membantu pencegahan dan penyebarannya, kata CDC.
"Beberapa "perawatan eksperimental" untuk Marburg telah diuji pada hewan tetapi tidak pada manusia," kata CDC.
Kasus Terbaru Mematikan
Guinea Khatulistiwa mengkonfirmasi wabah pertama penyakit virus Marburg minggu ini. Setidaknya sembilan orang telah meninggal dan ada 16 dugaan kasus di provinsi Kie-Ntem barat negara itu, menurut WHO.
“Investigasi lebih lanjut sedang berlangsung. Tim lanjutan telah dikerahkan di distrik yang terkena dampak untuk melacak kontak, mengisolasi, dan memberikan perawatan medis kepada orang yang menunjukkan gejala penyakit tersebut,” kata badan kesehatan global itu dalam sebuah pernyataan, Senin.
WHO karantina para korban virus Marburg
- WHO
Kasus Marburg sebelumnya telah dilaporkan di tempat lain di Afrika, termasuk di Uganda, Ghana, Republik Demokratik Kongo, Sierra Leone, dan Afrika Selatan.
Wabah terbesar menewaskan lebih dari 350 orang di Angola pada tahun 2005, menurut laporan dari Kementerian Kesehatan.
“Virus tersebut tidak diketahui berasal dari benua lain, seperti Amerika Utara,” kata CDC.
