Menkes Soroti Virus Marburg Angka Kematian Hingga 88 Persen, Sudah Masuk RI?

Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Sumber :
  • YoUtube Kemenkes

VoxPop Lifestyle – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti virus Marburg yang saat ini terjadi penularan di Afrika, dengan angka kematian hingga 88 persen. Menurut Menkes Budi, Indonesia belum ada laporan terkait virus tersebut sehingga masyarakat diimbau tak perlu panik.

img_title WHO Ingatkan Pentingnya Mengontrol Asupan Garam Harian, Ini Kebiasaan yang Harus Dihindari

"Teman-teman jangan buru-buru panik karena belum tentu semua virus itu menyebar," ujar Menkes kepada media, ditemui di Jakarta, Kamis 16 Februari 2023. Scroll selanjutnya.

Menkes Budi menambahkan, virus marburg saat ini baru dilaporkan di Afrika dan belum meluas ke negara lain. Terlebih, kemungkinan penyebarannya belum terdeteksi lebih lanjut dan masih dipelajari oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

img_title 1.300 Orang Lebih Tewas Akibat Gelombang Panas Ekstrem Melanda Eropa Sejak 21 Juni

"Di Indonesia belum ada dan kita juga masih tunggu WHO, WHO kalau ada virus di situ belum tentu semua nyebar," tuturnya.

img_title Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini, Warga Diimbau Pakai Masker

Meski belum ada obat dan vaksinnya, namun WHO sudah melakukan pertemuan untuk menemukan solusi dari virus marburg tersebut. Menkes Budi sendiri mengatakan bahwa perkembangan mengenai sifat virus marburg sudah didapatkan dari WHO sehingga cukup dipantau tanpa perlu panik.

"Jadi kita tidak usah terlalu panik juga, kita lihat ada level-levelnya apakah ini masuk variant of interest, jadi kita perhatikan. Apakah masuk variant of concern, masuk under monitoring, jadi kita tahu ikut WHO informasinya juga sudah kita dapat," terangnya.

Menkes, Budi Gunadi Sadikin di Hari Kesehatan Nasional, di Kota Serang Banten

Photo :
  • VoxPop/Yandi Deslatama

Sebelumnya diberitakan, pakar peringatkan bahaya penularan yang meluas di Afrika pada virus marburg dengan risiko tinggi mematikan ke manusia. Prediksi tersebut diungkap usai ditemukannya dua kasus baru digaan virus marburg di Kamerun, Afrika Tengah.

Negara tetangganya, Guinea Khatulistiwa, pertama kali melaporkan wabah penyakit itu pada Senin 13 Februari 2023, yang telah merenggut nyawa sembilan orang. Kamerun telah membatasi pergerakan di sepanjang perbatasan untuk mencoba dan menghentikan penyakit, yang memiliki tingkat kematian 88 persen, agar tidak menyebar. Namun sayangnya, dua remaja di negara tersebut telah terjangkit penyakit tersebut.

"Pada 13 Februari, kami memiliki dua kasus yang dicurigai. Ini adalah dua anak berusia 16 tahun, laki-laki dan perempuan," Robert Mathurin Bidjang, seorang pejabat kesehatan masyarakat Kamerun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut