Penderita Diabetes Rentan Idap Sakit Ginjal, Dokter Ungkap Kebiasaan Ini Pemicunya
- Freepik/wayhomestudio
"Orang kurang minum akan terjadi gangguan ginjal akut karena dehidrasi sehingga aliran darah dan oksigen ke ginjal berkurang maka jadi gangguan ginjal akut. Ini kenapa sering kali dokter anjurkan banyak minum, alasannya itu. Orang kurang minum, aliran darah berkurang, ada kerusakan ginjal, terjadi peningkatan kreatinin dan gangguan ginjal akut. Meski bisa sembuh tapi ini faktor risiko terjadinya PGK," tuturnya.
Ilustrasi ginjal/batu ginjal.
- Freepik/brgfx
Penyakit ginjal ini sendiri berkaitan dengan kadar gula darah, kolesterol, hingga tekanan darah. Apabila salah satu atau ketiganya dalam kadar yang tinggi, cenderung menandakan masalah pada ginjal. Akan tetapi, gejala-gejala ini kerap diabaikan seperti mual muntah berkepanjangan yang berujung pada masalah di ginjal.
"Ada satu mis, kalau tidak ada pusing maka tensi normal. Padahal belum tentu. Kita harus kurangi angka Penyakit ginjal dari jaga hipertensi ini. Gejala umumnya seperti lemah badan, nafsu makan menurun, mual muntah. Itu paling sering terjadi sehingga pasien kalau mual rasa perut nggak enak, sering minum obat lambung seperti ranitidin. Setelah sekian lama nggak sembuh baru cek dan ternyata tensi tinggi dan pemeriksan ureum dan kreatinin tinggi," kata Dokter Wachid.
Untuk itu, perlu melakukan deteksi dini pada tubuh ketika terlanjur mengalami gangguan pada ginjal. Hal itu dapat dilihat melalui warna dan tekstur urine. Dengan begitu, komplikasi akibat penyakit ginjal itu dapat dicegah.
"Air seni berbusa atau air seni warna merah. Juga pada pemeriksaan ada tensi tinggi. Makanya, penting deteksi dini kalau pasien dengan gangguan ginjal masih stadium awal, bisa dicegah agar tidak ke stadium kronis. Kalau sudah stadium penyakit ginjal kronis, tidak bisa sembuh," kata dia.
"Cegah masalah ginjal dengan hindari minum obat sembarangan, berhenti merokok, kendalikan tensi, gula darah, dan kolesterol," tandasnya.
