WHO Beri Peringatan Soal Varian Arcturus, Lebih Berinfeksi dari XBB.1.5

Ilustrasi virus.
Sumber :
  • Pixabay/geralt

Sejauh ini, belum ada penelitian laboratorium mengenai tingkat keparahan penyakit varian tersebut yang telah diselesaikan. Yang meyakinkan, rawat inap, masuk ICU, dan kematian belum meningkat karena varian tersebut, menurut laporan situasi COVID-19 pada Kamis lalu oleh WHO.

img_title WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo dan Uganda Darurat Global

Sementara varian tersebut tidak menyebabkan kelompok besar penyakit, namun virus ini memicu peningkatan kasus baru yang stabil di seluruh India, kata menteri kesehatan untuk Tamil Nadu, sebuah negara bagian India, Ma Subramanian.

Jika varian baru memang mampu memicu peningkatan rawat inap atau kematian, mungkin terlalu dini untuk mengatakannya.

img_title Legislator DKI Minta Edukasi-Mitigasi Hantavirus di Jakarta Diperkuat

Tren kenaikan dalam metrik semacam itu dapat memakan waktu berminggu-minggu untuk terwujud, itulah sebabnya varian ini dikenal di awal pandemi sebagai indikator tertinggal.

XBB.1.16 memiliki dua mutasi baru khususnya yang membuatnya lebih cocok daripada varian mana pun sejauh ini, kata Rajnarayanan. Kedua mutasi tersebut tidak ada pada XBB.1.5 relatif.

img_title WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus Bisa Bermunculan, Minta Semua Negara Bersiap

"Saat ini, XBB.1.16 adalah anjing besar. Varian ini mengambil mutasi yang umum terjadi pada varian lain yang akan meningkatkan keunggulannya lebih lanjut," kata dia.

Yang paling memprihatinkan adalah mutasi K478R, yang dapat membuat varian tersebut lebih baik dalam mengatasi antibodi dari infeksi dan vaksinasi sebelumnya, membuat orang lebih sakit, dan menyebar secara umum, menurut WHO.

Selain itu, XBB.1.16 telah menunjukkan kemampuan untuk dengan cepat melampaui XBB.1.5 yang dominan di AS dalam hal penyebaran. Varian baru telah menunjukkan keunggulan pertumbuhan 188% selama tiga bulan terakhir, kata Rajnarayanan.

Dan di India, di mana XBB menyebabkan gelombang besar terakhir, XBB.1.16 menampilkan keunggulan pertumbuhan 64%, tambahnya.

Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut