Tragis, Miliarder Tewas Saat Operasi Perbesar Penis

Ilustrasi kelamin pria
Sumber :
  • pixabay

VoxPop Lifestyle – Maskulinitas menjadi isu di masyarakat yang hingga saat ini masih terus dicari tolak ukurnya. Berbicara mengenai maskulinitas, tidak sedikit yang mengasosiasikannya dengan ukuran Mr.P besar. Semakin besar ukuran Mr. P maka semakin jantan seorang pria, begitulah stigma yang sering ada di masyarakat.

img_title Jangan Senang Dulu! Operasi Patuh Jaya 2026 Ditunda, Polisi Pastikan Tilang Tetap Jalan

Alhasil, tidak sedikit dari pria yang memiliki ukuran Mr.P tidak sesuai dengan standar di masyarakat begitu khawatir. Apalagi jika dikaitkan dengan hubungan seksual dengan pasangannya. Mereka yang memiliki ukuran Mr.P kecil merasa tidak percaya diri dan menganggap akan kurang memuaskan pasangan mereka.

Ilustrasi penis

Photo :
  • Pixabay
img_title Pengendara Bisa Bernapas Lega! Operasi Patuh 2026 yang Mulai Hari Ini Ditunda, Polisi Ungkap Alasannya

Saking khawatirnya, tidak sedikit dari pria yang memilih untuk mencari alternatif medis untuk memperbesar ukuran penis mereka. Beberapa dari pria bahkan tak khawatir mengeluarkan uang banyak untuk memenuhi keinginannya itu.

Namun sayangnya, tidak semua operasi yang mereka inginkan sesuai dengan hasil. Hal ini juga dialami oleh seorang miliarder pengusaha berlian berusia 65 tahun bernama Ehud Arye Laniado. 

img_title Catat! Polisi Gelar Operasi Patuh di Seluruh Indonesia Hari Ini, Awas Kena Tilang

Pada 2019 lalu, Laniado, yang berkebangsaan Belgia-Israel dan memiliki Omega Diamonds yang berbasis di Antwerp, dilaporkan 
meninggal dunia setelah menderita serangan jantung selama prosedur pembesaran penis.

Melansir laman WFLA, Ehud Arye Laniado meninggal akibat komplikasi selama operasi di sebuah klinik medis di Paris, menurut surat kabar lokal Belgia Gazet van Antwerpen.

“Dengan sangat menyesal kami mengonfirmasi kabar bahwa pendiri kami, Ehud Arye Laniado meninggal dunia pada Sabtu, 2 Maret 2019 di usia  65 tahun. Setelah menjalani kehidupan yang luar biasa Ehud akan dibawa pulang ke Israel sebagai tempat peristirahatan terakhirnya. Dia akan sangat dirindukan oleh kita semua,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan resmi mereka di Facebook.

Seorang teman Laniado yang berbicara kepada publikasi mengatakan bahwa Laniado selalu fokus pada penampilannya dan bagaimana orang lain memandangnya, menambahkan bahwa dia diduga memeriksa saldo banknya sendiri beberapa kali dalam sehari.

Ilustrasi alat kelamin pria.

Photo :
  • The Sun

“Ternyata dia memang punya bakat. Secara internasional, dia adalah salah satu pakar terbesar dalam menilai berlian mentah,” kata teman yang lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut