Tungau Debu 'Ngumpet' di Sudut Rumah, Awas Bahaya Asma Mengintai
- Pixabay
JAKARTA – Rumah adalah tempat di mana keluarga berkumpul, berbagi cerita, dan menciptakan kenangan indah. Namun, rumah yang tidak dirawat dan dibersihkan dengan baik dapat menjadi sumber virus, penyakit, dan ketidaknyamanan bagi anggota keluarga.
Jangan menyepelekan bau dan debu, sebab bau tidak sedap dan debu di rumah dapat berdampak negatif pada kenyamanan dan kesehatan keluarga. Dalam beberapa kasus, bau yang tidak sedap dapat menyebar dan menjadi masalah yang sulit diatasi.
Selain itu, debu yang menumpuk di sudut-sudut rumah dapat menjadi sarang tungau, yang dapat menyebabkan alergi dan gangguan pernapasan. Tungau debu sangat kecil, hama mirip serangga yang memakan sel kulit mati manusia dan tumbuh subur di lingkungan yang hangat dan lembap.
Tungau.
- 1440397
Efek Tungau pada Manusia
Tungau debu terlalu kecil untuk kita lihat. Mereka bukan parasit yang menggigit, menyengat, atau masuk ke dalam tubuh kita. Sebaliknya, orang yang alergi terhadap debu atau tungau debu bereaksi dengan menghirup protein dalam debu yang berasal dari feses tungau debu, urine atau jasad yang membusuk. Pembengkakan (juga disebut peradangan) pada saluran hidung yang disebabkan oleh tungau debu dianggap sebagai alergi debu.
Tungau debu dapat hidup di tempat tidur, kasur, furnitur berlapis kain, karpet, atau gorden di rumah Anda. Tungau debu hampir ada di mana-mana; kira-kira empat dari lima rumah di Amerika Serikat memiliki alergen tungau debu setidaknya di satu tempat tidur.
Sumber Tungau di Rumah
Tungau debu terjadi secara alami dan dapat muncul di hampir semua rumah. Kelembaban adalah faktor terpenting dalam menentukan apakah sebuah rumah memiliki tingkat tungau debu yang tinggi. Ini karena tungau debu tidak meminum air seperti kita; mereka menyerap kelembaban dari udara. Di daerah dengan kelembapan rendah, seperti gurun, tungau debu tidak dapat bertahan hidup.
Tidak seperti alergen hewan peliharaan, alergen tungau debu biasanya tidak bertahan di udara. Sebaliknya, alergen mengendap dengan cepat menjadi debu atau kain. Alergen ini menempel pada tempat tidur, kasur, furnitur berlapis kain, karpet dan gorden, yang juga berfungsi sebagai sarang. Sebagian besar paparan alergen tungau debu terjadi saat tidur.
