Wajib Pahami Parents, Dokter Ungkap Beda Gejala DBD dan Tipes
- Pexels/Cottonbro
"(Pasien) tidur terus, tadi pagi muntah darah. Kalau sudah begitu bahaya. Begitu kita periksa nadinya tidak teraba. Tekanan darah tidak terukur. Artinya dia sudah masuk ke sindrom shock dengue jadi mengalami kolaps dari pembuluh darahnya," jelasnya.
Ilustrasi anak sakit.
- Freepik
Dokter Karyanti menjelaskan bahwa infeksi dengue disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti betina. Nyamuk tersebut membutuhkan darah untuk dihisap supaya bisa bertelur. Maka, nyamuk ini pun memiliki waktu tertentu yang rentan menghinggapi manusia.
“Masa inkubasi 5 hingga 10 hari, rata-rata 7 hari sejak gigitan nyamuk sampai timbul gejala. Biasanya nyamuk tersebut mengigit di saat terang mulai jam 08.00 sampai jam 10.00 pagi dan menjelang sore jam 15.00 sampai 17.00. pada jam tersebutlah nyamuk paling aktif mengigit,” tutur dokter Karyanti.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Imran Pambudi, MPHM mengungkapkan bahwa nyamuk demam berdarah dengue (DBD) akan semakin ganas saat berada di suhu cuaca yang tinggi. Maka, masyarakat diminta semakin waspada terhadap gigitan nyamuk dengue.
Ada pun, Direktur Imran menyebutkan bahwa jika dilihat jumlah kasusnya dari tahun 1968, pola terjadinya kasus-kasus DBD yang tinggi ini pada saat adanya El Nino. Sebab, suhu udara meningkat dan ada penelitian bahwa nyamuk itu semakin ganas kalau dia berada di suhu yang panas.
"Jadi frekuensi dia menggigit itu akan meningkat 3 sampai 5 kali lipat pada saat suhunya meningkat di atas 30 derajat," ujar dr. Imran pada konferensi pers ASEAN Dengue Day Kementerian Kesehatan RI, dikutip Rabu, 14 Juni 2023.
Tahun ini, Direktur Imran mengimbau masyarakat perlu meningkatakan kewaspadaan terhadap DBD karena El Nino bisa terjadi kapan saja. Tidak hanya itu, musim hujan pun perlu diwaspadai mengingat akan ada banyak genangan air atau tempat berkembang biak nyamuk dengue.
Data Kemenkes RI pada 27 November 2022 menunjukkan kasus DBD periode 10 tahun terakhir mulai naik setiap bulan November, puncak kasus pada Februari, dan Maret – April mulai terjadi penurunan kasus. Siklus ini terjadi selama 10 tahun terkahir.
“Ini hubungannya dengan siklus musim hujan, jadi kalau musim hujan itu karena ada genangan air maka kasusnya meningkat dan ini terjadi setiap tahun seperti ini,” ungkap dr. Imran.
