Bahaya Anak Kecanduan Gadget Saat Libur Sekolah, Picu Obesitas Hingga Sulit Bicara!
- U-Report
Penelitian telah menunjukkan bahwa terlalu banyak gadget dapat berdampak negatif pada fungsi otak anak, dan bahkan dapat menyebabkan defisit perhatian, keterlambatan kognitif, gangguan belajar, peningkatan impulsif, dan penurunan kemampuan pengaturan diri.
Smart Parenting menyarankan orang tua untuk bernyanyi, membaca, dan berbicara dengan anak-anak mereka daripada membiarkan mereka bermain atau menonton TV di rumah.
Kegemukan
Anak-anak yang mengandalkan waktu bermain mereka di depan layar daripada di luar di taman bermain tidak membakar kalori yang mereka konsumsi. Satu dari tiga anak AS mengalami obesitas, yang dapat menyebabkan komplikasi seperti diabetes, serangan jantung, dan stroke.
Orang tua harus mendorong anak-anak mereka untuk bermain lebih banyak. Mereka harus memahami bahwa ada banyak manfaat bermain termasuk membuat anak mereka berjalan, berlari, melompat dan berolahraga yang mereka butuhkan. Anak-anak menjadi bugar di taman bermain dan membangun hubungan.
Kekerasan
Sebagian besar orang tua memperhatikan bahwa anak-anak mereka belajar menjadi agresif karena berjam-jam bermain game di tablet mereka. Tantrum adalah bentuk agresivitas yang paling umum di antara balita.
Seiring bertambahnya usia, anak-anak yang kecanduan game komputer lebih cenderung menghadapi dan tidak mematuhi orang tua mereka. Jadi sejak hari ini, alih-alih mengandalkan tablet untuk menenangkan dinamo kecil Anda, pilihlah buku mewarnai atau bola.
Paparan Radiasi
Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia tahun 2011, ponsel dan perangkat nirkabel lainnya dianggap berisiko kategori 2B karena emisi radiasinya. Pada Desember 2013, Dr. Anthony Miller dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Toronto mengungkapkan bahwa paparan frekuensi radio jelas merupakan ancaman bagi anak-anak.
Dengan bermain di tablet, mereka bisa dengan mudah bermain sendiri. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di The New York Times, Dr. Gary Small, penulis “iBrain: Surviving the Technological Alteration of the Modern Mind” dan direktur Longevity Center di University of California mengatakan bahwa jika anak-anak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk teknologi dan lebih sedikit waktu dengan orang, itu menghambat interaksi dan mengganggu perkembangan keterampilan komunikasi normal pada anak-anak.
