Kasus Antraks Menyebar Hingga Picu Kematian, Kenali Gejala dan Pencegahannya
- ANTARA FOTO/Kornelis Kaha
Pencegahan
Upaya penanganan yang dapat dilakukan apabila terjadi kasus antraks antara lain tidak mengonsumsi hewan ternak yang sakit atau mati mendadak. Hewan yang mati karena antraks agar segera dikubur dalam tanah minimal sedalam 2 meter.
Selain itu, daging hewan yang disembelih karena sakit tidak boleh dibagikan kepada warga, dan khusus kepada peternak sapi dan kambing untuk memvaksin hewannya.
Petugas medis beraktivitas di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (20/1/2020). RSUP Dr. Sardjito menyediakan ruangan isolasi untuk penanganan penyakit menular seperti antraks sebagai upaya pencegahan
- ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Kementerian Pertanian melakukan pencegahan dengan memberikan vaksin kepada hewan ternak. Penanganan pada hewan yang terkena antraks dilakukan isolasi untuk mencegah supaya tidak terjadi pada manusia.
Bagi tanah yang tercemar bakteri spora harus dilakukan monitoring terlebih dahulu.
Pada manusia, jika terkena antraks harus segera dilaporkan agar bisa ditangani cepat dan tidak menyebar ke masyarakat luas. Sayangnya, vaksin untuk manusia di Indonesia sampai saat ini belum tersedia.
Karena itu, masyarakat diharuskan segara melapor bila diduga terdapat antraks baik pada manusia atau hewan.
