Dialami Kiper Edwin van der Sar, Pendarahan Otak Bisa Picu Kematian?
- VoxPopnews/ Muhamad Solihin
- Pecahnya aneurisma serebral (titik lemah di dinding pembuluh darah yang membengkak dan pecah).
- Penumpukan protein amiloid di dalam dinding arteri otak (angiopati amiloid serebral).
- Kebocoran dari koneksi yang terbentuk secara tidak normal antara arteri dan vena (malformasi arteriovenosa).
- Gangguan perdarahan atau pengobatan dengan terapi antikoagulan (pengencer darah).
- Tumor otak yang menekan jaringan otak menyebabkan perdarahan.
- Merokok, penggunaan alkohol berat, atau penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain.
- Kondisi yang berkaitan dengan kehamilan atau persalinan, termasuk eklamsia, vaskulopati postpartum, atau perdarahan intraventrikular neonatal.
Ilustrasi tumor
- Freepik/kjpargeter
Gejala Pendarahan Otak
Gejala pendarahan otak tergantung pada area otak yang terkena. Secara umum, gejala pendarahan otak dapat meliputi:
Tiba-tiba kesemutan, kelemahan, mati rasa, atau kelumpuhan pada wajah, lengan atau tungkai, terutama pada satu sisi tubuh. Sakit kepala seperti tiba-tiba sakit kepala yang disebut "thunderclap" parah terjadi dengan perdarahan subarachnoid. Disertai mual dan muntah, pusing, kejang, kesulitan menelan. Bahkan, terjadi kehilangan penglihatan atau kesulitan melihat, kehilangan keseimbangan atau koordinasi, hingga leher kaku dan sensitif terhadap cahaya.
Pada kasus yang berat, nampak pasien alami bicara tidak normal atau cadel, kesulitan membaca, menulis atau memahami pembicaraan, perubahan tingkat kesadaran atau kewaspadaan, kurang energi, mengantuk atau koma. Tak sedikit juga mengalami kesulitan bernapas dan detak jantung tidak normal jika perdarahan terletak di batang otak.
