Bedah Jantung Tak Lagi Mengerikan, Bisa Cepat Sembuh dengan Rajin Olahraga

Ilustrasi operasi bedah jantung
Sumber :
  • Istimewa

JAKARTA – Tindakan bedah jantung sering kali dianggap sebagai salah satu tindakan medis yang mengerikan. Tindakan tersebut diperlukan untuk berbagai kelainan jantung, mulai dari kelainan pembuluh darah, katup, hingga tumor di organ jantung.

img_title Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT, Kejar Target Angka Harapan Hidup

Dengan kemajuan teknologi medis di masa ini, beberapa tindakan bedah jantung dapat dilakukan secara konvensional (bedah terbuka) maupun secara minimally invasive. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Salah satunya adalah layanan bedah jantung invasif minimal atau yang sering di sebut MICS (Minimally Invasive Cardiac Surgery), dimana tindakan bedah untuk katup jantung tidak lagi dengan pembedahan terbuka, namun hanya dengan sayatan kurang dari 5cm di bawah dada.

img_title Novo Nordisk Ungkap Perlunya Pendekatan Kesehatan Mental dan Fisik Bagi Pasien Skizofrenia dengan Diabetes

“Bedah jantung invasif minimal adalah prosedur pembedahan jantung melalui sayatan kecil di dada untuk mengakses jantung. Metode ini berbeda dengan bedah jantung konvensional dimana akses jantung harus melalui sayatan besar untuk membelah tulang dada (sternotomy)," jelas dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV(K) dari Heartology Cardiovascular Center, dalam media briefing secara daring, Kamis 13 Juli 2023.

img_title Sahroni Minta Polisi Usut Dugaan Pelecehan Pasien di RS Martapura Sumsel

Keunggulan dan manfaat yang didapatkan pasien dari operasi MICS ini adalah nilai kosmetik yang lebih baik karena luka operasi yang kecil, komplikasi yang minimal, serta lama perawatan di rumah sakit menjadi lebih singkat untuk efisiensi biaya.

Selain itu, resiko pendarahan pada bagian tulang rusuk juga dapat diminimalisir karena proses bedah tidak perlu membuka keseluruhan bagian dada.

“Pasien pasca operasi MICS dapat kembali beraktivitas normal dengan lebih cepat, sehingga menghasilkan quality of life yang baik bagi pasien," tambah dr. Dicky Aligheri Wartono.

Setelah pasien mendapatkan tindakan pembedahan jantung, ada perawatan yang dapat mendukung percepatan kesembuhan yaini dengan berolahraga.

Olahraga ringan seperti jalan kaki di pagi hari selama 15 menit menjadi aktivitas paling aman bagi pasien pascaoperasi jantung. Olahraga tersebut dilakukan sesuai dengan kemampuan tubuh pasien dan sebaiknya diselingi dengan jeda istirahat.

"Seminggu istirahat satu atau dua kali. Tiap hari diusahakan harus olahraga," kata Dokter Dicky.

Kemudian, pasien yang baru saja operasi jantung sebaiknya selalu ditemani atau diawasi oleh orang terdekatnya minimal selama dua bulan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut