Fuji Mengidap Skoliosis di Tulang belakangnya, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya
- Tangkapan Layar: Instagram
Skoliosis Sindromik
Selanjutnya, skoliosis dapat berkembang sebagai bagian dari kondisi medis, termasuk neurofibromatosis atau sindrom Marfan. Sindrom Marfan tak hanya mempengaruhi otot, namun juga fungsi jantung, mata, pembuluh darah, dan juga tulang. Penderita sindrom ini biasanya memiliki tubuh tinggi dan kurus dengan lengan, kaki, jari, dan jari kaki yang panjang.
Cacat Lahir
Beberapa kasus skoliosis dapat disebabkan oleh kelainan bawaan pada tulang belakang. Ketidaknormalan perkembangan ini mungkin tidak terlihat sejak lahir, tetapi bisa semakin terlihat saat anak tumbuh dan tulang belakangnya berkembang.
Cacat lahir yang memengaruhi tulang belakang bayi, seperti spina bifida juga bisa jadi penyebab umum skoliosis. Selain itu, infeksi tulang belakang dan cedera cenderung dialami oleh mereka yang memiliki riwayat skoliosis.
Distrofi Otot
Tak hanya itu kemudian ada distrofi otot. Distrofi otot sendiri merupakan gangguan kelainan genetik yang menyebabkan kelemahan otot. Adapun distrofi otot pada bayi kerap terjadi juga, lho.
Cerebral Palsy
Cerebral palsy juga masuk ke dalam penyebab seseorang mengalami skoliosis. Di mana gangguan sistem saraf yang memengaruhi gerakan, belajar, mendengar, melihat, dan berpikir.
Adapun gejala yang kerap dirasakan yakni:
- Gangguan tumbuh kembang, misalnya gangguan berguling, merangkak, duduk, dan berjalan
- Terdapat bagian tubuh yang terlalu terkulai atau kaku
- Bayi hanya menggunakan satu sisi tubuh saja dalam beraktivitas
- Sulit bernapas
- Sering mengalami kejang
Dan beberapa tambahan penyebab lainnya, antara lain sebagai berikut:
Kelainan Neuromuskuler
Beberapa kondisi neuromuskuler seperti cerebral palsy, dystonia, atau muscular dystrophy dapat mempengaruhi otot-otot yang mendukung tulang belakang. Kelemahan atau ketidakseimbangan otot ini dapat menyebabkan tulang belakang bengkok ke kiri atau sisi lainnya.
Gangguan Hormonal
Beberapa gangguan hormonal, seperti kelainan tiroid atau hormon pertumbuhan yang tidak seimbang, dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang belakang dan menyebabkan skoliosis.
Infeksi atau Tumor Tulang Belakang
Meskipun jarang terjadi, infeksi pada tulang belakang atau tumor yang tumbuh pada atau di dekat tulang belakang dapat menyebabkan perubahan bentuk tulang belakang dan menyebabkan skoliosis.
