Pakar Ungkap Risiko Paparan COVID-19 di Tengah Polusi Udara Buruk

Ilustrasi COVID-19/virus corona
Sumber :
  • Pixabay/Tumisu

Senada, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof drh Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., PhD, setuju dengan pemakaian masker kembali. Meski COVID-19 sudah menjadi endemi, kini polutan yang mencemari udara bisa terhirup dan membahayakan kesehatan.

img_title Cegah Penyebaran Hantavirus, Kemenkes Awasi Ketat Penumpang Asal Amerika Selatan 46 Hari

Dibanding COVID-19 yang efeknya bisa cepat sekali sehingga menyebabkan seseorang sakit, ini jauh berbeda dengan dampak pencemaran udara. Wiku menjelaskan bahwa dampak polusi udara relatif lebih lama karena polutan perlu masuk ke sirkulasi darah dulu dalam jumlah banyak atau dengan kata lain efeknya jangka panjang.

"Pakai masker saja dan kalau di rumah pastikan debu dan lainnya tidak boleh ada supaya kita selalu terjaga sehat di mana kita berada," tambah Wiku.

img_title WHO Perkirakan Hantavirus Tak Akan Berkembang Jadi Epidemi Seperti Covid-19
Bendera China.

Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

China gagal mencapai target pertumbuhan ekonomi tahunannya, yang menggarisbawahi tantangan struktural yang semakin besar yang dihadapi ekonomi terbesar kedua di dunia.

img_title
VoxPop.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut