Anak Lelaki Minum Susu Soya Bisa Jadi Feminin? Ini Kata Dokter
- Pixabay/rawpixel
Maka dari itu, kondisi alergi pada anak harus menjadi perhatian serius, karena dalam jangka panjang bisa menghambat terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. Salah satu upaya pertama untuk mengatasi kondisi ini yakni memberikan nutrisi ASI.
Ilustrasi menyusui/ASI.
- Freepik/freepik
"ASI adalah nutrisi terbaik karena mengandung protein dengan jumlah sangat sedikit sehingga dapat menginduksi toleransi, terjadi remisi, sehingga anak tidak alergi lagi terhadap protein susu sapi. Pilihan pertama mencegah alergi sapi adalah ASI," tambahnya.
Di masa menyusui ini, ibu tak dianjurkan mengonsumsi makanan dan minuman mengandung protein sapi dan turunannya serta produk olahannya. Hal ini tentu cukup menjadi tantangan berat bagi para ibu sehingga anak pun berisiko kekurangan gizi di masa emasnya.
Untuk mencegah terjadinya gangguan tumbuh kembang, Prof Budi memberikan alternatif susu formula yang mengandung hidrolisan ekstensif. Kedua, menggunakan susu formula asam amino, serta sebagai alternatif bisa formula soya.
"Orangtua tidak perlu kuatir dalam memberikan formula soya kepada anaknya yang tidak cocok susu sapi. Kualitas protein pada formula soya setara dengan protein pada formula berbahan dasar susu sapi,” katanya.
Pertumbuhan yang setara dengan bayi yang mengonsumsi formula berbasis susu sapi. Sayangnya, beberapa mitos terkait susu soya ini kerap beredar di masyarakat. Yang paling ekstrem, banyak yang menganggap susu soya memicu anak laki-laki menjadi lebih feminin. Apa kata Prof Budi?
"Mitos mengenai anak laki-laki jadi feminin karena mengonsumsi soya juga sudah diteliti dan hal tersebut tidak terbukti. Orangtua tidak perlu kuatir lagi mengenai keamanan formula soya karena berdasarkan hasil penelitian, kekuatiran tersebut tidak terbukti," imbuhnya.
"Reaksi alergi susu soya pada anak yang alergi susu sapi juga sangat kecil, sekitar 2.5 persen. Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter apabila curiga anak alergi susu sapi," tandasnya.
