Benarkah Pemanis Buatan Lebih Berbahaya Dibanding Pemanis Alami?
- Freepik/azerbaijan_stockers
VoxPop Lifestyle – Artificial sweetener atau pemanis buatan ada di berbagai macam produk, mulai dari sereal dan yoghurt hingga minuman diet, es krim, kopi instan, permen karet dan pasta gigi, bahkan obat resep seperti antidepresan dan antibiotik.
Faktanya, kita mengonsumsi sepertiga dari seluruh pemanis buatan yang dijual di dunia, dan pada bulan November lalu dilaporkan bahwa 2,2 juta orang menggunakan pemanis buatan setidaknya empat kali sehari, menurut laporan Daily Mail Health, dilansir Kamis, 2 November 2023.
Pemanis buatan memiliki rasa antara 100 dan 13.000 kali lebih manis dibandingkan gula alami, menurut sebuah penelitian dari Universitas Sorbonne, Paris, yang diterbitkan dalam European Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2007.
Ilustrasi pemanis buatan.
- Pixabay
Namun masalahnya adalah otak kita membangun toleransi terhadap rasa manis yang sangat besar sehingga hal itu segera menjadi 'normal', dan menjadikan makanan alami tanpa pemanis seperti buah dan sayuran menjadi hambar dan tidak enak, kata para peneliti.
Efek distorsi pola makan ini mungkin tidak perlu dikhawatirkan jika pemanis buatan memiliki efek netral pada tubuh kita. Namun, ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa hal tersebut terkait dengan masalah kesehatan.
Misalnya, penelitian yang dipublikasikan bulan lalu menunjukkan bahwa makanan dan minuman ultra-olahan, terutama yang mengandung pemanis buatan, mungkin terkait dengan risiko depresi yang lebih besar.
Hal ini didasarkan pada analisis Nurses' Health Study di AS yang melibatkan hampir 32.000 wanita, yang dilakukan oleh peneliti dari Harvard Medical School dan Massachusetts General Hospital (diterbitkan di JAMA Network Open).
Hal ini tidak membuktikan bahwa pemanis buatan adalah penyebabnya. Namun, para peneliti berpendapat bahwa hal tersebut 'mungkin memicu transmisi molekul sinyal tertentu di otak yang penting untuk suasana hati'.
Secara terpisah, penelitian selama 12 tahun terhadap lebih dari 100.000 orang dewasa di Prancis, yang dilaporkan dalam BMJ pada bulan September lalu, menemukan bahwa semakin banyak pemanis buatan yang dikonsumsi, semakin besar risiko penyakit kardiovaskular atau jantung.
Ada juga kekhawatiran mengenai pemanis yang meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes tipe 2 karena mengganggu kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah secara sehat.
