Soal Nyamuk Wolbachia, Siti Fadilah Supari Ungkap Fakta Mengerikan

Ilustrasi nyamuk.
Sumber :
  • Pixabay/Nuzree

“Prosesnya, nah ini ya prosesnya apa sih? Prosesnya menyelipkan bakteri Wolbachia itu pada nyamuk,” kata Siti.

img_title Jokowi Tegaskan Tidak Ada Matahari Kembar: Matahari Itu Hanya Satu yaitu Presiden Prabowo Subianto

Kemudian peneliti tersebut akhirnya menemukan bahwa, nyamuk yang di sebar tersebut adalah nyamuk yang sudah diberikan Wolbachia dan disebar di Yogyakarta, Sleman Bantul. Siti menuturkan, penyebaran nyamuk Wolbachia yang terjadi di Yogyakarta itu kira-kira pada 2017 sampai 2020, dan hasilnya luar biasa.

Dikabarkan dapat menurunkan angka demam berdarah 77% di lapangan dan 86% di rumah sakit. Kemudian ia mengatakan, “That's it, itu hasilnya tapi saya enggak tahu apakah si peneliti membandingkan dengan pencegahan konvensional?”.

img_title Ini Hasil Pertemuan Tertutup Jokowi dengan 3 Mantan Menterinya di Menteng

“Apakah dia hanya menyebarkan dan kemudian menghitung jumlah demam berdarah?,” lanjut ucap Siti.

Menurut penjelasannya, ia tidak terlalu ngerti hal tersebut dan memang hasilnya adalah seperti itu. Kemudian hasilnya dipublikasikan di New England Journal of Medicine dan itu dianggap valid.

img_title Jelang 2025 Asia Grassroots Forum, Peneliti Inggris dan ASEAN Berkumpul Demi Bahas Strategi Adaptasi Iklim

“Sampai di situ It's ok, Profesor U’ut dan dan kemudian menjadi profesor karena hasil penelitiannya, itu oke-oke saja, tidak ada masalah sampai di situ, itu kegiatan penelitian akademis,” ucap Siti.

Selanjutnya Siti mengatakan bahwa, pada 2002 Menteri Kesehatan membuat suatu SK dengan nomor 1341 Tahun 2022. Menteri Kesehatan akan menerapkan inovasi tersebut di lima daerah yaitu Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Bontang, Kupang, dan Bali.

“Kenapa kok diterapkan? nah itu yang saya pertanyaannya yang Anda harus kritis,” tegas Siti.

Kemudian, ia menuturkan soal penelitian tersebut, it's oke, bahwa itu dibuktikan bisa menurunkan. “Tapi apakah kita butuh itu di Indonesia? Nah itu butuh pengkajian lagi,” tandasnya.

Menurut Siti, yang ingin menyebarluaskan hasil itu adalah WMP (World Mosquito Program) yang merupakan programnya.

Selanjutnya mereka ingin menyebarkan hasil penelitian tersebut ke berbagai negara. “Apakah Indonesia perlu?” ucapnya.

Siti kembali menjelaskan, “Selama ini tidak ada itu berita yang demam berdarah melonjak, itu enggak ada, dan kemudian, apakah ada berita tentang rumah sakit membludak, kayak zaman saya jadi menteri tahun 2007 demam berdarah luar biasa,” tegasnya.

Kekhawatiran Siti Fadilah Supari

Ditegaskan oleh Siti dirinya pernah menjadi menteri kesehatan. Dia pun berfikir jika ratusan juta nyamuk Wolbachia disebar ke lingkungan masyarakat, dia khawatir akan merusak dan menganggu lingkungan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut