Ditemukan di Belanda, Gejala Khas Pneumonia Misterius yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Anak batuk
Sumber :
  • times of india

Profesor dari Universitas East Anglia, Paul Hunter mengungkap bahwa saat ini informasi yang ada terlalu sedikit untuk membuat diagnosis pasti tentang apa yang menyebabkan epidemi ini di Tiongkok.

img_title Punya Darah Nias dan Jakarta, Bek Kanan Fulham Ragu Bisa Susul Thom Haye untuk Bela Timnas Indonesia

"Mungkin juga ada lebih dari satu penyebab infeksi dari epidemi saat ini. Mungkin juga ada lebih dari satu penyebab infeksi dari epidemi saat ini," katanya.

Sementara itu, Profesor dari University College London, Francois Balloux mengatakan bahwa gelombang yang terjadi saat ini di Tiongkok kemungkinan disebabkan oleh patogen pernapasan yang berbeda seperti RSV atau flu.

img_title Eks Kapten Belanda Pamer Sepatu dengan Bendera Merah Putih, Kode Siap Dinaturalisasi dan Bela Timnas Indonesia?

"Meskipun ada kemungkinan juga bahwa sebagian besar kasus disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae, yang umumnya tidak berbahaya," jelasnya.

Mengapa kasus pneumonia misterius ini begitu tinggi di China?

img_title Masih Ingat Sergio van Dijk? Striker Persib dan Timnas Indonesia, Kini Buka Usaha Katering hingga Real Estate

Pemeriksaan virus corona atau pneumonia Wuhan di Korea Selatan.

Photo :
  • Allkpop

Seperti diketahui, Tiongkok menerapkan beberapa pembatasan COVID-19 yang paling ketat di dunia selama pandemi ini, dan memberlakukan pembatasan tersebut lebih lama dibandingkan negara lain.

Hal ini berarti kekebalan banyak anak terhadap penyakit musiman jauh lebih rendah dibandingkan sebelumnya, sehingga membuat mereka lebih berisiko mengalami gejala yang parah.

Profesor Hunter berkata bahwa tahun lalu Tiongkok masih menerapkan strategi nol COVID dan ini adalah musim dingin penuh pertama tanpa pembatasan.

"Salah satu penjelasan mengenai permasalahan yang terjadi saat ini adalah karena adanya pembatasan, masyarakat menjadi kebal terhadap penyakit apa pun yang menyebabkan penyakit seperti yang kita lihat tahun lalu di Inggris akibat Influenza dan Rotavirus," katanya.

Meskipun terjadi lonjakan kasus, beberapa ahli mengatakan tidak ada alasan untuk khawatir akan terjadinya pandemi lagi

"Menurut saya, hal ini tidak akan mengarah pada keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. Tetapi saya tidak akan sepenuhnya mengesampingkan kemungkinan itu sampai kita mendapatkan diagnosis yang pasti," kata Prof. Hunter.

Gelandang muda berdarah Yogyakarta-Surabaya Tristan Schenkhuizen ingin bela Timnas Indonesia

Belum Terlacak Radar Timnas Indonesia, Gelandang Berdarah Yogyakarta Ini Laris Manis di Liga Belanda

Sempat ingin dinaturalisasi Timnas Indonesia, gelandang muda berdarah Yogyakarta-Surabaya ini resmi gabung klub kasta kedua Belanda untuk musim depan.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut