Kasus Pneumonia Mycoplasma Terdekteksi di Jakarta, Kemenkes Buka Suara

Ilustrasi anak sakit.
Sumber :
  • freepik/lifeforstock

JAKARTA – Kasus wabah misterius pneumonia yang diduga disebabkan oleh bakteri mycoplasma kini dikabarkan telah terdeteksi juga di Indonesia. Kabar tersebut pun telah beredar pada sejumlah pemberitaan dan masih terus menantikan perkembangan dan konfirmasi lebih lanjut soal terdeteksinya pneumonia mycoplasma di Jakarta dari sejumlah pihak berwenang yang terkait.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Menanggapi situasi tersebut, Staf Teknis Komunikasi Kemenkes, dr Ngabila Salama menyatakan belum mendetailkan jumlah kasus yang dimaksud, termasuk juga anak usia berapa yang terserang.

"Kami sedang himpun datanya dari RS-RS lain dan meningkatkan kewaspadaan serta pelaporan," ujar dr Ngabila Salama.

img_title Ancaman AI terhadap Profesi, Privasi, dan Keamanan Siber, Tantangan Besar yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Sementara itu, pernyataan berikutnya pun dijelaskan oleh Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Ilustrasi anak sakit.

Photo :
  • Freepik/DCStudio
img_title ADIGSI dan APEI Teken MoU untuk Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber

“Masih menunggu laporan resmi dari DKI. Hari ini mereka menkonfirmasi kasus tersebut di RS,” ungkap dr. Siti Nadia Tarmizi.

“Sudah ada Surat Edaran yang kita keluarkan. Ini yang penting pemantauannya, kalau ada apotensi peningkatan kasus, juga orang tua lebih waspada terhadap gejala sesak pada anak,” terang dr. Siti Nadia.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat agar tidak panik menyusul penyebaran undefined pneumonia. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dr. Imran Pambudi mengatakan masyarakat sebaiknya justru meningkatkan kewaspadaan diri terlebih bila melakukan perjalanan ke luar negeri.

“Masyarakat tetap tenang, jangan panik,” kata dr. Imran.  

Tiongkok saat ini mengalami ancaman serius penyebaran undefined pneumonia yang mulai merebak sejak November 2023. Selain Tiongkok, penyakit radang paru-paru ini juga dilaporkan terjadi di Eropa. Penularan penyakit ini didominasi pada anak-anak.

Menurut dr. Imran, pneumonia yang saat ini merebak di Tiongkok pada prinsipnya sama dengan pneumonia yang terjadi di masyarakat, yakni disebabkan oleh infeksi bakteri.

Hanya saja, berdasarkan laporan epidemiologi, kebanyakan kasus pneumonia di sana disebabkan oleh mycoplasma pneumoniae.

Ilustrasi anak sakit.

Photo :
  • Freepik

Mycoplasma merupakan bakteri penyebab umum infeksi pernapasan (respiratory) sebelum COVID-19. Bakteri ini diketahui memiliki masa inkubasi yang panjang. Karena itu, penyebarannya tidak secepat virus penyebab pandemi COVID-19, sehingga tingkat fatalitasnya rendah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut