COVID-19 Naik Lagi, Yuk Jaga Imunitas dengan Vitamin D
- Freepik
Ilustrasi COVID-19/Virus Corona.
- pexels/Edward Jenner
Meskipun yang terbaik adalah mendapatkan vitamin D dari sumber alami, suplemen juga efektif dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Tubuh akan mendapatkan cukup vitamin D jika mengonsumsi makanan yang relatif sehat dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Kekurangan vitamin D dalam tubuh memiliki dampak buruk pada kesehatan yakni kerentanan terhadap infeksi virus. Lebih dari 40 persen penduduk AS kekurangan vitamin D, yang dapat ditemukan dalam makanan seperti salmon dan ikan berlemak lainnya, kuning telur, jamur, dan makanan yang diperkaya vitamin, seperti susu. Vitamin D membutuhkan paparan sinar matahari untuk aktif di dalam tubuh, suatu karakteristik unik dari vitamin.
Sebuah meta-analisis baru-baru ini terhadap 40 penelitian menemukan bahwa dosis harian vitamin D jangka panjang tampaknya melindungi terhadap infeksi saluran pernapasan akut. Penelitian lain juga menemukan hubungan antara kadar vitamin D dan kerentanan terhadap COVID-19.
Khususnya, studi acak kecil dari Universitas Grenada di Spanyol menemukan bahwa dari 50 orang dengan COVID-19 yang diobati dengan kalsifediol, sejenis vitamin D, satu orang harus dirawat di ICU, sementara 13 dari 26 orang yang tidak diobati harus dirawat di ICU.
Penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang meninggal karena COVID-19 di rumah sakit juga cenderung memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah dibandingkan mereka yang selamat.
