Hal yang Harus Siapkan Sebelum Liburan, Ketahui Sumber Penyebaran Penyakit di Tempat Wisata

Orang-orang memakai masker di Beijing, China.
Sumber :
  • AP Photo/Andy Wong.

VoxPop Lifestyle – Masa liburan seharusnya diisi dengan kegiatan yang menyenangkan seperti mengunjungi tempat wisata hingga mencicipi makanan khas dari berbagai daerah. Tetapi, semua rencana yang sudah diatur bisa berantakan karena kondisi kesehatan yang kurang mumpuni.

img_title Ide Liburan Bareng Keluarga, Cara Seru Ajak Anak Mengenal Budaya Indonesia

Belakangan ini, perubahan cuaca dari panas menjadi tiba-tiba hujan menyababkan banyak masalah kesehatan seperti batuk dan pilek. Apalagi, penyakit ini sangat rentan dialami oleh anak-anak jika imunitas tubuhnya tidak terjaga saat dalam perjalanan jauh.

Bahkan di Indonesia belakangan ini kasus pneumonia dan COVID-19 kembali meningkat dan membuat semua orang waspada. Kondisi udara yang tidak baik tentunya akan berkontribusi pada masalah pernapasan.

img_title Pertama Kali ke Luar Negeri? Ini 5 Checklist Self Care Sebelum Berangkat Liburan

Penyebaran penyakit yang menyerang pernapasan ini akan semakin berbahaya jika terjadi penularan pada wisatawan pada liburan akhir tahun. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Ilustrasi liburan.

Photo :
  • Pexels
img_title Promo Spesial BRI Persiapan Liburan hingga Back to School Lebih Hemat

Dari 100.000 pelaku perjalanan ke negara berkembang selama satu bulan, setengahnya atau 50.000 orang dapat mengalami masalah kesehatan.

Beberapa penyebabnya ialah mabuk laut pada perjalanan jalur laut hingga kelelahan selama bepergian.

"Salah satu yang tersering yaitu juga penyakit infeksi. Dari 50.000 yang mengalami masalah kesehatan, ada 8.000 yang konsultasi ke tenaga kesehatan. Sangat sayang kalau pergi liburan untuk bersenang-senang malah harus beristirahat atau bed rest. Sebanyak 300 harus dirawat di rumah sakit, bahkan ada yang mengancam jiwa," ungkap dr. Thomas Aditya selaku Medical Manager Vaccine PT Kalventis Sinergi Farma, dalam live Instagram @ptkalbefarmatbk.

"Pada studi di Journal of Travel Medicine tahun 2018, kira-kira 1 dari 100 traveler akan terkena influenza saat traveling. Tujuan kita saat traveling itu kan salah satunya kulineran, yang berisiko penularan tifoid. Tifoid sendiri kasusnya 1 per 1000 traveler," sambungnya.

Ilustrasi liburan

Photo :
  • Kredivo

Oleh sebab itu, ada banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum pergi berlibur. Pertama, faktor risiko infeksi saat traveling, yakni semua orang harus mengetahui apa saja penyakit endemis atau penyakit yang menyebar di wilayah tujuan.

Misalnya, ada beberapa daerah yang menjadi endemis terhadap japanese encephalitis atau terhadap tifoid. Kemudian, pada negara yang memiliki musim dingin biasanya bertepatan dengan penyebaran flu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut