6 Dokter Spesialis Sepakat Air Galon Guna Ulang Aman untuk Ibu Hamil dan Balita
- Freepik/user18526052
Ilustrasi minum air/air putih.
- Pexels/Karolina Gabrowska
“Kalau mau minum jangan minuman mentah tapi minum air yang sudah matang. Air yang terlalu tinggi iodiumnya juga tidak boleh dikonsumsi ibu hamil karena bisa mempengaruhi kesehatan janin dalam kandungannya,” jelasnya.
Jadi menurutnya, air minum yang paling aman untuk kesehatan janin adalah air minum dalam kemasan. Hal itu disebabkan air mineral kemasan itu rasanya itu sudah dikontrol oleh laboratorium pabrik dan laboratorium kesehatan.
“Jadi, yang mengatakan air minum kemasan galon isi ulang itu membahayakan kesehatan itu tidak benar sama sekali. Sejauh ini, belum ada kasus yang terjadi di masyarakat yang membenarkan hal itu. Itu cuma mitos saja,” ujarnya.
Selain faktor makanan dan minuman, yang bisa memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan itu adalah faktor lingkungan yang tidak membuat ibunya menjadi stres. Kemudian juga faktor kesehatan ibunya sendiri.
Natsir mencontohkan seorang ibu yang menderita diabetes. Menurutnya, jika ibunya tidak menjaga gizi makanan seimbang, maka dari dalam kandungan pun bayi sudah bisa mengalami obesitas.
“Bayi yang dilahirkan beratnya bisa mencapai 6 kilo atau 6,5 kilo,” kata dia.
dokter Boyke
- YouTube Samara TV
Dokter Spesialis Kandungan, dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, menegaskan hingga kini belum ada satu penelitian pun yang membuktikan bahaya penggunaan air minum galon isi ulang oleh ibu hamil. Menurutnya, isu itu hanya dugaan-dugaan saja.
“Itu belum ada penelitiannya. Itu hanya dugaan-dugaan saja,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan Dokter Spesialis Anak, Prof. DR.dr Rini Sekartini. Dia menegaskan bahwa air kemasan galon sifatnya aman untuk dikonsumsi karena sudah mendapat izin dari BPOM.
“Air galon yang sudah diijinkan dari BPOM harusnya aman untuk dikonsumsi,” tutur dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Jakarta ini.
Ditambahkan, air kemasan galon tidak ada hubungannya sama sekali dengan penyebab gangguan kesehatan pada anak-anak misalnya autis. Menurutnya, autis itu multifactor dan tidak terkait asupan makanan dan minuman.
“Penyebab autis multifactor dan sama sekali tidak terkait asupan makanan atau minuman,” jelasnya.
