Salah Kaprah! Segini Loh, Rata-Rata Ukuran Penis Normal
- Doc. Unsplash
JAKARTA – Tidak sedikit dari pria yang selalu membandingkan ukuran penis mereka dengan orang lain. Bukan tanpa sebab, sebagian pria merasa bahwa ukuran penis yang panjang diidentikkan dengan kejantanan mereka.
Namun sebenarnya berapa ukuran rata-rata dari panjang ukuran penis pria yang normal? Seorang dokter asal dari Pennsylvania, Amerika Serikat, dr. Jen Caudle, mengungkap bahwa ukuran rata-rata penis ketika sedang tidak ereksi adalah sebesar 9,1cm. Sementara ukuran rata-rata penis ketika ereksi adalah sebesar 13,13cm. Scroll lebih lanjut ya.
Dalam akun TikTok-nya, tenaga medis menjelaskan bahwa penting membicarakan topik ukuran penis ini untuk menghilangkan tekanan masyarakat yang dirasakan pria dan wanita untuk terlihat dengan cara tertentu.
"Penting untuk berbicara tentang penis, vagina. Saya ingin memberikan beberapa pengetahuan tentang berapa ukuran rata-rata sebenarnya penis. Salah satu alasannya adalah saya pikir kebanyakan orang berpikir ukuran penis rata-rata jauh lebih panjang dan lebih besar dari itu,” katanya.
Jen mengungkap alasan kedua penting membahas soal ukuran penis lantaran adanya banyak tekanan sosial untuk menjadi tertentu ini berlaku untuk pria dan wanita.
"Jadi saya ingin memberi tahu Anda beberapa fakta yang diharapkan akan membantu meluruskan apa itu (ukuran rata-rata). Pesan yang lebih besar di sini adalah untuk mengetahui bahwa Anda baik-baik saja apa adanya; itu adalah pesan paling penting yang saya coba berikan dengan video ini,” ujarnya.
Dia juga menekankan bahwa ukuran tidak selalu membuat perbedaan ketika berurusan dengan kehidupan ranjang pasangan. Meskipun banyak yang percaya lebih besar lebih baik
"Ketahuilah bahwa sudah cukup dan pahami bahwa ukuran penis tidak selalu menentukan kesenangan di antara pasangan," jelasnya.
Hasil Penelitian Ukuran Penis Rata-Rata
Ilustrasi penis
- Pixabay
Sementara itu, sebuah studi yang keluar pada bulan Februari lalu, mengungkapkan panjang rata-rata penis telah tumbuh sebesar 25 persen dalam 30 tahun terakhir.
Dalam World Journal of Men's Health, tim di Universitas Stanford mengatakan peningkatan ukuran bisa karena pola makan yang buruk, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, dan paparan bahan kimia.
