Pakai Pelumas Biar Area Genital Lebih Licin, Ketahui Dulu 5 Efek Sampingnya Ini

ilustrasi hubungan seksual
Sumber :
  • Times of India

VoxPop LifestylePelumas digunakan untuk mengurangi gesekan selama aktivitas seksual, meningkatkan kenyamanan dan kesenangan. Bahan ini memberikan kelembapan penting, terutama ketika pelumasan alami tidak mencukupi, dan membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat iritasi.

img_title BMKG: Juli 2026 Jadi Juli Terkering dalam 35 Tahun

Namun, memilih pelumas yang tepat sangatlah penting, karena jenis pelumas tertentu mungkin mengandung bahan tambahan yang dapat menyebabkan efek samping seperti kekeringan, iritasi, dan infeksi pada area di sekitar kelamin. Yuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

Melansir Health Shots, seorang konsultan senior dan ginekolog Dr. Surabhi Siddharth, mengatakan jenis pelumas tertentu dapat menyebabkan beberapa efek samping yang dapat membuat area kelamin jadi tidak nyaman, berikut ini adalah rangkumannya.

img_title Mekanik Bengkel Umum Diajari Teknologi Pelumas Modern

1. Gatal dan Iritasi Kulit

ilustrasi hubungan seks

Photo :
  • dailystar
img_title Jaga Produksi, Bupati di Daerah Ini Turunkan Mobil Tangki Airi Sawah

Pelumas terutama yang mengandung bahan tambahan atau pewangi tertentu, dapat menyebabkan rasa gatal dan iritasi pada kulit.

Sebuah studi tahun 2023 yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan bahwa pelumas dengan tambahan perasa atau bahan penghangat lebih cenderung menyebabkan gatal dan iritasi kulit.

Dianjurkan untuk memilih pelumas hipoalergenik dan bebas pewangi untuk meminimalkan risiko reaksi kulit.

2. Infeksi Jamur

Beberapa pelumas dapat mengubah keseimbangan alami flora vagina, sehingga berpotensi menyebabkan infeksi jamur. Berdasarkan studi tahun 2021 di National Library of Medicine, pelumas dengan beberapa bahan berbahaya seperti gliserin dan paraben dapat meningkatkan risiko infeksi vagina.

Mereka yang rentan terhadap infeksi jamur harus mempertimbangkan pelumas berbahan dasar air atau silikon tanpa bahan tambahan ini.

Ilustrasi hubungan jarak jauh atau LDR

Photo :
  • Freepik/freepik

3. Resiko Infertilitas

Penelitian menunjukkan adanya hubungan potensial antara penggunaan pelumas dan masalah kesuburan.

Sebuah studi tahun 2010 di jurnal Fertility and Sterility menemukan bahwa beberapa pelumas yang mengandung gliserin berdampak negatif terhadap motilitas sperma dan perkembangan embrio.

Mereka lebih mungkin mengganggu fungsi sperma.

Studi lain yang diterbitkan oleh jurnal Fertility and Sterility pada tahun 2016 menemukan bahwa pasangan yang mencoba untuk hamil dapat memperoleh manfaat dari penggunaan pelumas ramah kesuburan atau memilih alternatif alami seperti mustard atau baby oil.

Ilustrasi hubungan seks

Photo :
  • Dailystar
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut