Olahraga Aman Saat Puasa? Ini Tips Jitu dari Dokter Spesialis UI!

Dokter Spesialis Kedokteran Olah Raga FKUI, dr. Risky Dwi Rahayu, Sp.KO..
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Galih Purnama (Depok)

DEPOK Olahraga saat berpuasa menjadi tantangan tersendiri. Kendati sedang puasa, namun bukan menjadi halangan untuk berolahraga. Namun agar puasa dan olahraga bisa efektif, ada tips khusus yang diberikan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Olah Raga sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Indonesia (UI), dr. Risky Dwi Rahayu, Sp.KO.

img_title Membongkar 3 Smartwatch Terbaik 2026, Ketika Performa, Kesehatan, dan Produktivitas Menjadi Satu Kesatuan

“Olah raga tetap dianjurkan saat berpuasa. Namun, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti waktu, durasi, dan intensitas yang tepat dalam berolahraga,” katanya, Kamis (21/3/2024).

Dijelaskan, ada tiga waktu terbaik yang dapat dipilih untuk melakukan latihan fisik saat berpuasa. Pertama, setelah sahur. Dengan berolahraga setelah sahur, cadangan energi masih optimal, tetapi terdapat risiko dehidrasi karena harus berpuasa sampai waktu berbuka tiba.

img_title Bukan Sekadar Penunjuk Waktu, Fitur Smartwatch Ini Mampu Membantu Produktivitas Harian

Kedua, sebelum buka puasa. Keuntungan dari berolahraga sebelum berbuka puasa adalah setelah selesai berolahraga, dapat langsung makan dan minum untuk pemulihan dan hidrasi, tetapi cadangan energi sebelum latihan fisik lebih sedikit.

img_title Tenis vs Padel, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan? Ini Manfaatnya

Ketiga, setelah berbuka puasa. Pada waktu tersebut, sudah ada energi sebelum mulai berolahraga dan dapat rehidrasi dengan mudah.

“Dengan melihat jadwal latihan yang direkomendasikan tersebut, sebaiknya lakukan latihan fisik dengan intensitas ringan atau intensitas sedang pada waktu setelah sahur dan sebelum berbuka. Sementara itu latihan intensitas tinggi bisa dilakukan setelah berbuka puasa. Lebih lanjut, latihan fisik dapat dilakukan baik di dalam atau di luar ruangan. Beberapa jenis olahraga yang baik dilakukan saat berpuasa adalah brisk walk atau jalan cepat, jogging, bersepeda, senam tai chi, senam aerobik atau zumba, pound fit, yoga, dan pilates,” ujarnya.

Selain itu, untuk durasi berolahraga saat berpuasa tidak berbeda dari ketika tidak berpuasa. Untuk latihan kardiorespirasi atau aerobik, disarankan untuk dilakukan dengan intensitas sedang sebanyak 150 menit per minggu yang dapat terbagi menjadi tiga sampai lima kali seminggu. Sementara itu, latihan kekuatan dapat dilakukan dua sampai tiga kali seminggu untuk otot ekstremitas atas, batang tubuh, dan ekstremitas bawah dengan jumlah set dua sampai tiga, dan repetisi per setnya delapan sampai 12.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut