dr Tirta Sindir Orang FOMO Olahraga Seperti BeAT Karbu Balapan Dengan Ninja, Apa Maksudnya?
- Instagram/@dr.tirta
JAKARTA – Dalam kesempatan pada acara prodcast bersama Praz Teguh, dr. Tirta membagikan tips hidup sehat yang ia jalani selama ini. Diketahui, pria asal Karanganyar konsisten menerapkan hidup sehat selama setahun terakhir.
Baginya FOMO olahraga bagus tapi harus memperhatikan beberapa hal. Salah satunya agar tidak langsung melakukan olahraga berat yang justru membahayakan tubuh.
"FOMO tuh bagus tapi biasanya orang yang FOMO olahraga ingin naik cepat padahal fisiknya gak siap. Itu sama aja kamu pakai BeAT karbu tapi balapan sama Ninja," tutur dr Tirta
Alih-alih ingin mendapatkan tubuh ideal, olahraga berlebihan beresiko meningkatkan penyakit jantung.
“Jebluk jantungnya,” tambah dokter kontroversial itu.
dr Tirta menjelaskan kondisi tersebut diperparah dengan tindakan kebanyakan orang yang langsung menyetop asupan makanannya secara mendadak.
“Banyak orang yang belum siap untuk olahraga terus dia ingin have fun untuk olahraga dan langsung cut semua makanan secara dadakan. Makan cuma dada ayam, langsung ganti jadi makanan organik dan langsung olahraga yang berat. itu malah rentang sakit jantung,” imbuh dr Tirta.
dr Tirta
- Instagram/dr.tirta
Tindakan tersebut juga berpotensi menyebabkan vertigo karena kondisi fisik yang tidak siap. Dokter lulusan UGM mengatakan seharusnya olahraga dan hidup sehat dilakukan secara bertahap.
Paling utama dilakukan dengan cara mengurangi apa yang bisa kamu kurangi terlebih dahulu.
“Kamu data sehari, oh gorengan nih. Biasanya sepuluh gorengan sehari dikurangi,” kata dr.Tirta.
Konsumsi gorengan secara berlebihan menyebabkan peningkatan gliserin yang dampaknya memicu gangguan kesehatan lainnya. Mulai dari peningkatan kadar angka asam hingga kolesterol juga ikut naik.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, dr Tirta menyampaikan tips olahraga yang tepat bagi orang yang FOMO olahraga. Simak penjelasan berikut ini.
Mulai Membiasakan Jalan Kaki
dr Tirta menganjurkan untuk melatih kesiapan fisik dengan berjalan kaki sebanyak 5000 langkah per hari dalam satu durasi.
"Segitu aja?" tanya Praz Teguh meyakinkan.
"Iya," jawab dr. Tirta secara tegas.
Menurut pria kelahiran 1991 itu, aktivitas jalan kaki akan membentuk sikap disiplin kepada tubuh sendiri. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk sport enthusias membeli smartwatch untuk membantu menghitung langkah selama sehari. Baginya investasi terbaik adalah membeli smartwatch.
