Rahasia Bahagia di Usia 50-an, Lakukan Kegiatan Ini
- Freepik
Usahakan untuk keluar rumah sesekali untuk berjumpa dengan tetangga, kerabat, maupun komunitas. Dengan bertemu individu lain dapat memberikan kebahagiaan atas canda tawa, pengalaman menarik, dan cerita lainnya dari proses komunikasi yang terbangun.
4. Istirahat Cukup dan Konsumsi Makanan Bergizi
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesejahteraan di usia 50-an. Kalangan lansia dengan durasi istirahat kurang akan rentan menderita penyakit yang mengakibatkan menurunkan kualitas hidup. Sehingga muncul kekhawatiran dan kecemasan terhadap kondisi kesehatannya yang justru membuat penyakit bertambah buruk dan mulai hilang rasa bahagia.
Selain itu, penting bagi lansia memperhatikan asupan nutrisi yang bergizi. Tiga kunci pola makan sehat di usia 50-an adalah mengonsumsi makanan segar, perbanyakan sayur, dan hindari porsi makan terlalu besar.
Ilustrasi Bahagia
- pixabay
5. Memelihara Hewan di Rumah
Bahagia terjadi ketika tubuh melepaskan hormon oksitosin yang dipengaruhi kontak fisik, seperti sentuhan. Di usia 50-an, mereka jarang mendapatkan hal tersebut lantaran sudah jauh dari anak, saudara hingga teman yang memberikan kehangatan.
Cara lain yang bisa dilakukan untuk mendapatkan sentuhan adalah memelihara hewan. Penelitian menunjukkan bahwa pemilik hewan peliharaan hidup lebih lama, mendorong rasa tenang dan bahagia.
6. Menerima Kematian Sebagai Takdir Manusia
Banyak kalangan usia 50-an yang merasa tidak bahagia karena memikirkan kematian secara berlebihan (overthinking). Entah karena perasaan takut, cemas atau khawatir. Padahal kematian adalah bagian kehidupan yang tak terhindarkan.
Jadi, seyogyanya kematian menjadi motivasi diri sendiri untuk menjalani kehidupan yang lebih penuh makna dan menebar manfaatkan untuk sesama atas apa yang dimiliki. Berdamailah dengan kematian yang merupakan takdir bagi seluruh umat manusia. Lakukan meditasi untuk bisa menerima kematian nantinya.
