Setelah Viral Ibu Utty, Terungkap Survey Mengerikan Soal Konsumsi Susu Kental Manis

Ilustrasi susu kental manis.
Sumber :
  • Freepik/azerbaijan_stockers

VoxPop Lifestyle – Belakangan ini sosok Ibu Utty ramai jadi sorotan pengguna media sosial TikTok. Wanita tersebut sering membagikan konten menu sarapan untuk putrinya. Menariknya ibu Utty memilih memberikan menu sarapan tinggi karbohidrat dan gula untuk putrinya sebelum berangkat sekolah.

img_title Bukan Sekadar Faktor Genetik, Ini Alasan Seseorang Bisa Memiliki Sifat Psikopat

Salah satunya menu yang diberikan, 3 buah roti dengan susu kental manis sebagai topping. Bahkan dia tidak ragu untuk menambah susu kental manis lebih banyak lantaran permintaan putrinya. Pemberian susu kental manis sebagai topping roti tersebut tidak dipermasalahkan oleh ibu Utty dengan alasan selama anaknya lahap makan dia akan memberikan menu tersebut.

Tak sampai di situ, ibu tersebut juga menyeduh susu kental manis ditambah gula untuk diminum bersama dengan roti tersebut.  Konten tersebut kemudian ramai dan membuat sejumlah publik geleng-geleng kepala. Banyak dari mereka yang mengkritik tindakan ibu Utty.

img_title Menyiapkan Generasi Inovatif untuk Menjawab Tantangan Masa Depan

Ramainya pemberitaan susu kental manis untuk dijadikan minuman juga menjadi perhatian Majelis Kesehatan PP Aisyiyah. Belum lama ini pihaknya melakukan penelitian terkait konsumsi susu kental manis di kalangan masyarakat.  

img_title Terungkap! Jejak Manusia 100.000 Tahun Lalu Ditemukan, Kisah Kematian Tragis Mulai Terkuak

Berdasarkan data penelitian Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) di kota Bekasi menunjukkan konsumsi susu kental manis oleh ibu hamil berada di angka yang mengkhawatirkan yakni 70 persen. Angka ini menunjukkan, banyak masyarakat belum teredukasi bahwa susu kental manis bukan susu. 

“Mereka (warga kota Bekasi), secara pendidikan bagus tapi belum tahu tentang susu kental manis itu bukan susu. Jadi ini jadi tantangan buat kita,” ungkap Perwakilan Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Diah Lestari Budiart dalam keterangannya. 

Diah mengungkap melalui penelitian itu, dia berharap akan turut dapat semakin membantu PP Aisyiyah dan YAICI melihat realita konsumsi susu kental manis di Bekasi saat ini. Dengan begitu, edukasi masyarakat akan efektif dan konsumsi susu kental manis akan menurun. 

“Harapannya konsumsi kental manis dapat terus menurun,” ucap Diah.

Tak hanya di Bekasi saja, dalam penelitian bersama yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah dan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) ditemukan masih banyak orang tua yang memberikan susu kental manis sebagai minuman susu untuk balita bahkan sebagai pengganti ASI pada anak di bawah 1 tahun, yang disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat akan kegunaan produk susu kental manis.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut