Hati-hati! Ini Dia Dampak Aborsi untuk Kesehatan Tubuh

Polsek Metro Tanah Abang meringkus dan menetapkan pasangan kekasih, DS (30) dan AR (33) sebagai tersangka kasus aborsi dan pembuangan jasad bayi ke kali Banjir Kanal Barat (BKB), Jakarta Pusat, Senin 29 April 2024.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Andrew Tito

Jakarta, VoxPop – Aborsi adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan, dan keputusan untuk melakukannya dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor medis.

img_title Pihak Ruben Onsu Buka Suara soal Isu Kesehatan, Hasil Tes Laboratorium Diungkap

Secara medis, aborsi dapat diindikasikan dalam beberapa situasi, termasuk keguguran, ancaman terhadap kesehatan ibu akibat kehamilan, atau kehamilan yang terjadi karena pemerkosaan.

Tindakan aborsi

Photo :
img_title Cuaca Makin Panas, Ketahui Batas Suhu Udara yang Bisa Memicu Heatstroke

Aborsi dapat dilakukan dengan dua metode utama, melalui pemberian obat-obatan tertentu atau melalui prosedur operasi. Biasanya, aborsi dilakukan pada usia kehamilan di bawah 24 minggu, tergantung pada indikasi medis dan peraturan hukum setempat.

Risiko Komplikasi Aborsi

img_title Viral! Kekasih Lamine Yamal Dikritik Usai Video Unggahan Ulangnya Soal Kehamilan di TikTok, Ada Apa?

Meskipun aborsi dapat dilakukan dengan aman di bawah pengawasan medis yang tepat, risiko komplikasi tetap ada. Komplikasi ini dapat terjadi baik secara langsung setelah aborsi maupun dalam beberapa minggu setelahnya. Melansir dari berbagai sumber, berikut beberapa risiko komplikasi aborsi yang mungkin timbul:

1. Perdarahan setelah aborsi

Perdarahan, salah satu komplikasi yang paling umum setelah aborsi. Perdarahan berat melalui vagina dapat terjadi, terutama jika ada sisa jaringan janin atau ari-ari yang tertinggal dalam rahim setelah prosedur.

Risiko perdarahan lebih kecil pada aborsi kehamilan di bawah 13 minggu dibandingkan dengan kehamilan yang lebih lanjut. Jika perdarahan berat terjadi, tindakan medis tambahan seperti transfusi darah dan kuretase mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut.

2. Terjadinya Infeksi

Ilustrasi vagina

Photo :
  • Times of India

Infeksi, komplikasi lain yang sering terjadi setelah aborsi. Gejala infeksi bisa meliputi demam, keputihan yang berbau, dan nyeri hebat di area panggul. Infeksi yang berat dapat berlanjut menjadi sepsis, yang merupakan kondisi medis serius yang memerlukan penanganan segera.

3. Kerusakan pada Rahim dan Vagina

Aborsi yang dilakukan tidak dengan benar dapat menyebabkan kerusakan pada rahim dan vagina, seperti lubang atau luka berat pada dinding rahim, leher rahim, atau vagina. Kerusakan ini dapat mempengaruhi fungsi organ reproduksi dan memerlukan perawatan medis tambahan.

4. Masalah Psikologis 

Selain komplikasi fisik, aborsi juga dapat menimbulkan dampak psikologis yang signifikan. Banyak wanita mengalami perasaan bersalah, malu, stres, cemas, hingga depresi setelah aborsi. Dukungan emosional dan konseling mungkin diperlukan untuk mengatasi dampak psikologis ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut