Bukan Hanya Vitamin! Zat Besi Jadi Kunci Cegah Anemia pada Ibu Hamil dan Balita

Peluncuran Inisiatif Kolaborasi Rekomendasi Skrining dan Pencegahan Anemia
Sumber :
  • VoxPop/Ega Shepiani

"Untuk memaksimalkan penyerapan zat besi, penting mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C seperti jambu biji, jeruk, stroberi, dan paprika," ungkap Prof. Rini, seraya mengingatkan untuk menghindari makanan penghambat penyerapan zat besi seperti teh, kopi, dan makanan tinggi kalsium saat mengonsumsi zat besi.

img_title Disebut Sakit Parah hingga Diramal Meninggal, Sule: Kalian Seneng Aku Meninggal? Ya Allah, Ya Rabbi!

Zat Besi dan Masa Keemasan Anak

Masa 1.000 hari pertama kehidupan anak, mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun, adalah periode emas bagi perkembangan otak dan fisik anak. Selama periode ini, kebutuhan zat besi meningkat secara signifikan.

img_title Gak Bisa Diperbaiki Jika Sudah Terlambat, Ini Dampak Anak Anemia Tak Segera Diobati

"Suplementasi zat besi pada anak usia 0-6 bulan membantu perkembangan motorik, sedangkan pada anak usia sekolah, suplementasi ini dapat meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kecerdasan," kata Prof. Rini. Penelitian juga menunjukkan hubungan antara zat besi dengan perkembangan sosioemosional dan neurofisiologis anak.

img_title Anak Anemia Bisa Berdampak Serius, Kenali Gejala dan Tanda-tandanya!

Kunci Cegah Anemia: Pola Makan Seimbang dan Edukasi

Kunci utama mencegah anemia adalah pola makan seimbang yang kaya protein hewani, sayur, buah, dan zat besi. Selain itu, edukasi bagi ibu hamil mengenai pentingnya nutrisi seimbang, kebiasaan makan sehat, serta suplementasi zat besi harus terus ditingkatkan.

"Pada anak-anak, zat besi merupakan salah satu mikronutrien penting untuk proses tumbuh kembangnya. Keseimbangan zat besi positif sekitar 1 mg asupan zat besi per hari. Karena sekitar 10% zat besi makanan diserap, 8-10 mg zat besi makanan harus dikonsumsi setiap hari," ujar Prof. Rini.

Anemia defisiensi besi yang tidak ditangani dapat menjadi penghambat cita-cita Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini.

Acara ini menjadi pengingat bahwa zat besi bukan hanya sekadar nutrien tambahan, tetapi juga kunci penting untuk memastikan kesehatan ibu dan anak. Dengan langkah bersama, masalah anemia defisiensi besi dapat ditekan demi masa depan Indonesia yang lebih cerah.

Mentan Amran.

80 Persen Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar dan Lebih Mahal, Amran: Itu Penipuan

Mentan Amran menemukan sekitar 80 persen beras fortifikasi yang beredar tidak memenuhi standar mutu, setelah dilakukan pengujian terhadap sampel dari berbagai daerah.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut