6 Rekomendasi Obat Asam Lambung yang Aman dan Efektif

Ilustrasi sakit asam lambung
Sumber :
  • ajabwicaksono dari Freepik

VoxPop – Menurut informasi dari pafipcdompu.org, penyakit asam lambung mudah kambuh dan biasanya ditularkan oleh stres, perubahan hormon, terlambat makan, atau konsumsi kafein dan makanan pedas. 
Secara umum, asam lambung adalah cairan pencernaan yang diproduksi oleh lambung, terdiri dari asam klorida (HCl), kalium klorida (KCl), dan natrium klorida (NaCl). Cairan ini berperan penting dalam proses pencernaan, terutama dalam mengurai protein menjadi asam amino. Asam lambung juga membantu membunuh bakteri dan mikroorganisme yang masuk bersama makanan.

img_title Noel Ebenezer Ngaku Asam Lambung Naik Jelang Sidang Vonis Kasus Pemerasan

Asam lambung mengaktifkan enzim pencernaan yang diperlukan untuk memecah protein. Dengan tingkat keasaman yang tinggi (pH antara 1,5 hingga 3,5), asam lambung efektif membunuh bakteri dan mikroorganisme berbahaya.  Namun pada sebagian orang, kadar asam lambung dapat terjadi tidak normal dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama rasa perih dan terbakar di dada.

Terdapat beberapa obat yang bisa mengurangi gejala penyakit asam lambung. Pada artikel kali ini kita akan membahas, apa saja penyebab utama terjadinya penyakit asam lambung serta rekomendasi obat yang bisa mengurangi gejalanya.

img_title Suami Sering Panik dan Takut Mati Akibat Asam Lambung, Sang Istri Temukan Rahasia Pemulihan yang Kini Viral

Apa saja penyebab utama terjadinya penyakit asam lambung?

Secara umum, penyakit asam lambung, atau gastroesophageal reflux disease (GERD), dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut adalah penyebab utama terjadinya penyakit asam lambung meliputi:

img_title Nutriged Digadang Jadi Produk Sereal Multigrain Inovatif Bagi Penderita GERD

1. Pola makan tidak sehat

Konsumsi makanan pedas, berlemak, asam, dan makanan cepat saji dapat meningkatkan produksi asam lambung. Makan dalam porsi besar atau terlalu dekat dengan waktu tidur juga dapat memicu refluks asam.

2. Obesitas atau kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan memberikan tekanan tambahan pada perut, yang dapat menyebabkan asam lambung naik ke esofagus. Obesitas merupakan faktor risiko signifikan untuk mengembangkan GERD.

3. Kebiasaan merokok

Merokok dapat melemahkan sfingter esofagus bagian bawah (LES), yang berfungsi untuk mencegah asam lambung kembali ke kerongkongan. Kebiasaan ini berkontribusi terhadap peningkatan gejala GERD.

4. Akibat stres dan cemas berlebihan

Stres emosional dapat mempengaruhi sistem pencernaan dan meningkatkan produksi asam lambung. Banyak orang mengalami gejala GERD yang lebih parah saat mereka berada dalam keadaan stres.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut