Berkaca dari Kasus Iris Wullur, Kenapa Perempuan yang Mapan Finansial Pilih jadi Selingkuhan?
- Twitter/@RafazYunus
Jakarta, VoxPop – Isu perselingkuhan tengah ramai di kalangan publik figur tengah jadi sorotan pengguna media sosial. Setelah sebelumnya selebgram Jennifer Agnes membongkar peselingkuhan suaminya. Kini, selebgram cantik Iris Wullur juga mengalami hal serupa.
Baru-baru ini Iris Wullur mengungkap suaminya, Andreas Wullur bermain api di belakangnya. Hubungan tersebut dijalin bahkan sudah hampir 3 atau 4 tahun lamanya. Selama itu, ternyata orang terdekat keduanya mengetahui hal tersebut. Sementara Iris Wullur baru mengetahui hubungan terlarang suaminya itu belakangan. Scroll lebih lanjut ya.
Menariknya lagi berdasarkan keterangan sang selebgram, suaminya berselingkuh dengan seorang wanita yang memiliki jabatan tinggi.
“Pelakor jaman sekarang mmmmm, padahal jabatannya tinggi banget loh,” kata Iris Wullur dikutip dari akun TikTok miliknya.
Berkaca pada kasus Iris Wullur, sebenarnya apa yang membuat wanita yang sudah mapan secara finansial dan terlihat memiliki keluarga harmonis memilih untuk menjadi selingkuhan? Terkait hal ini, Seorang konselor keluarga dan hubungan, Joji Racelis, punya jawaban tersendiri.
Dia menjelaskan biasanya mereka yang berselingkuh dari pasangannya menganggap bahwa selingkuhannya adalah cinta sejatinya yang telah dicari selama ini.
“Mereka sering berpikir bahwa ini adalah cinta sejati, (bahwa) saya satu-satunya ruang kebahagiaannya (dan) dia menikah dengan seorang penyihir. Mereka memungkinkan apa yang mereka lakukan," kata Racelis dalam sebuah wawancara di DZMM mengutip laman ABS-CBN News.
Ilustrasi selingkuh
- freepik
Dia menambahkan bahwa kebanyakan wanita yang berada dalam hubungan semacam ini tidak menyadari bahwa mereka melakukan sesuatu yang salah.
"Dalam pikiran mereka, mereka berhak melakukan ini. Memasuki situasi seperti itu, mereka tidak berpikir mereka salah. Padahal mereka perlu menyadari bahwa apa yang mereka lakukan itu salah, dan beri tahu bahwa mereka perlu menghargai dirinya sendiri. 'Saya pantas mendapatkan seseorang yang lebih baik, dan bukan menjadi simpanan'," tambahnya.
Di sisi lain, Racelis juga melihat wanita yang berselingkuh itu lebih rentan menganggap bahwa hubungan terlarangnya dengan suami orang tidak menyakiti siapapun. Padahal tidak demikian, hubungan terlarang itu bisa menyakiti istri, anak-anak mereka bahkan dirinya sendiri.
