Bayi Tabung dan Risiko yang Mengintai: Apa yang Harus Diketahui?
- Pixabay
3. Kehamilan di Luar Kandungan (Ektopik)
Dalam beberapa kasus, embrio yang ditanam bisa berkembang di luar rahim, seperti di tuba falopi. Kondisi ini berbahaya dan membutuhkan penanganan segera karena bisa menyebabkan perdarahan hebat serta komplikasi serius bagi ibu.
4. Infeksi atau Perdarahan Saat Pengambilan Sel Telur
Prosedur pengambilan sel telur dilakukan dengan menggunakan jarum khusus yang dimasukkan ke dalam ovarium melalui vagina. Meskipun dilakukan dengan teknologi canggih dan sterilisasi yang ketat, risiko infeksi tetap ada.
“Infeksi atau perdarahan bisa terjadi, meskipun dengan teknologi yang semakin canggih, risikonya dapat ditekan sekecil mungkin,” kata dr. Mila.
dr. Mila Maidarti, Sp.O.G(K), Spesialits Fertilitas
- VoxPop/Siti Adisya Kirana
Selain memahami risiko yang mungkin terjadi, dr. Mila juga menekankan pentingnya menjaga gaya hidup sehat sebelum menjalani bayi tabung. Ia menyarankan agar pasien rutin berolahraga setidaknya selama 20-30 menit per hari dan mengurangi konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula.
“Pasien harus memperbaiki gaya hidupnya. Pola makan yang sehat dan olahraga teratur bisa meningkatkan peluang keberhasilan bayi tabung,” tambahnya.
