Bayi Tabung dan Risiko yang Mengintai: Apa yang Harus Diketahui?

ilustrasi Bayi Tabung
Sumber :
  • Pixabay

3. Kehamilan di Luar Kandungan (Ektopik)

img_title RI Dinilai Kuat Hadapi Krisis Energi Global 2026, Pemerintah Diminta Siap Respons Masa Depan yang Penuh Risiko

Dalam beberapa kasus, embrio yang ditanam bisa berkembang di luar rahim, seperti di tuba falopi. Kondisi ini berbahaya dan membutuhkan penanganan segera karena bisa menyebabkan perdarahan hebat serta komplikasi serius bagi ibu.

4. Infeksi atau Perdarahan Saat Pengambilan Sel Telur

img_title Mau Beli Mobil Modifikasi? Waspadai Risiko yang Sering Diabaikan

Prosedur pengambilan sel telur dilakukan dengan menggunakan jarum khusus yang dimasukkan ke dalam ovarium melalui vagina. Meskipun dilakukan dengan teknologi canggih dan sterilisasi yang ketat, risiko infeksi tetap ada.

“Infeksi atau perdarahan bisa terjadi, meskipun dengan teknologi yang semakin canggih, risikonya dapat ditekan sekecil mungkin,” kata dr. Mila.

img_title Risiko Geopolitik Global Menghantui, Perbankan Perketat Prudential Measures

dr. Mila Maidarti, Sp.O.G(K), Spesialits Fertilitas

Photo :
  • VoxPop/Siti Adisya Kirana

Selain memahami risiko yang mungkin terjadi, dr. Mila juga menekankan pentingnya menjaga gaya hidup sehat sebelum menjalani bayi tabung. Ia menyarankan agar pasien rutin berolahraga setidaknya selama 20-30 menit per hari dan mengurangi konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula. 

“Pasien harus memperbaiki gaya hidupnya. Pola makan yang sehat dan olahraga teratur bisa meningkatkan peluang keberhasilan bayi tabung,” tambahnya.

Ilustrasi Kehamilan

Dokter Beberkan Usia Ideal Menjalani Program Bayi Tabung, Peluang Berhasil Lebih Tinggi

Bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) menjadi salah satu metode yang dipilih pasangan yang mengalami kesulitan memiliki keturunan. Kapan waktu yang tepat IVF?

img_title
VoxPop.co.id
27 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut