Alpukat Vs Telur, Mana yang Lebih Sehat?
- Pixabay.
Jakarta, VoxPop – Alpukat dan telur merupakan makanan yang sama-sama memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Namun jika dibandingkan, mana yang lebih sehat dan bergizi antara alpukat atau telur?
Alpukat merupakan buah padat nutrisi yang tinggi lemak sehat, khususnya lemak tak jenuh tunggal, yang dapat membantu menyehatkan jantung dan menurunkan kolesterol jahat. Alpukat berukuran sedang mengandung sekitar 240 kalori, 12 gram karbohidrat (kebanyakan serat), 3 gram protein, dan 15 gram lemak. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!
Tidak hanya itu, alpukat juga merupakan sumber vitamin yang sangat baik, seperti vitamin K, E, C dan vitamin B. Alpukat juga kaya akan mineral, seperti kalium, yang dapat membantu mengatur tekanan darah.
Di sisi lain, telur merupakan sumber protein yang lengkap, di mana mengandung 9 asam amino esensial. Satu telur besar mengandung sekitar 70 kalori, 6 gram protein, 5 gram lemak (termasuk lemak tak jenuh yang sehat), dan tidak mengandung karbohidrat, demikian seperti dilansir Times of India.
Ilustrasi Telur
- www.freepik.com
Selain itu, telur juga dikemas dengan nutrisi seperti vitamin B12, vitamin D, kolin dan selenium. Makanan ini juga mengandung lutein dan zeaxanthin yang bermanfaat untuk kesehatan mata.
Alpukat menawarkan banyak manfaat kesehatan karena kandungan lemak dan antioksidannnya yang sehat untuk jantung. Lemak tak jenuh tunggal dalam alpukat telah terbukti dapat menurunkan kolesterol LDL dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Serat dalam alpukat membantu meningkatkan pencernaan, mengatur gula darah, dan berkontribusi pada rasa kenyang, menjadikannya makanan yang sangat baik untuk menjaga berat badan. Selain itu, alpukat kaya akan kalium, yang dapat membantu menjaga tingkat tekanan darah tetap dalam kadar yang sehat.
Vitamin dalam alpukat juga dapat meningkatkan kesehatan kulit, mendukung fungsi kekebalan tubuh, dan melawan stres oksidatif karena kandungan antioksidannya. Kaya akan asam lemak Omega 3 dan folat, alpukat juga dapat mendukung fungsi otak, memori dan mengurangi risiko penurunan kognitif.
Kandungan karbohidratnya yang rendah dan seratnya yang tinggi juga dapat membantu mencegah lonjakan gula darah, sehingga bagus untuk penderita diabetes. Buah satu ini juga kaya akan lutein dan zeaxanthin, yang melindungi mata dari kerusakan blue light dan mengurangi risiko katarak.
