Viral Cerita Wanita Alami Tumor Otak, Diduga Lantaran Efek Panjang KB

Ilustrasi pil KB
Sumber :
  • https://www.thehealthsite.com

VoxPop – Wanita asal Pemalang Jawa Tengah bernama Mirna Yulianti mendadak jadi sorotan pengguna media social usai mengeluhkan rasa sakit kepala yang tak kunjung membaik.

img_title Viral! Kekasih Lamine Yamal Dikritik Usai Video Unggahan Ulangnya Soal Kehamilan di TikTok, Ada Apa?

Berdasarkan cerita yang dibagikannya di media social dan diunggah ulang akun @nyinyir_update_official sakit kepala yang dialaminya itu lantaran tumor otak.

Dari keterangan dokter yang menanganinya kala itu, kemungkinan tumor itu lantaran efek jangka Panjang dari penggunaan KBYuk lanjut scroll artikel selengkapnya berikut ini.

img_title Dokter Beberkan Usia Ideal Menjalani Program Bayi Tabung, Peluang Berhasil Lebih Tinggi

"KB... ternyata efek jangka Panjang bisa kena tumor otak juga kata dokternya dan sekarang divonis tumor otak ga boleh KB jenis apapun kecuali IUD," tulis dia.

Lantas bagaimana insiden yang dialami wanita asal Pemalang ini jika ditelisik dari sisi Kesehatan? Benarkah penggunaan KB bisa memicu masalah kesehatan yang serius?

img_title Tren Baru Pengobatan Diabetes dan Obesitas, dari Suntik Beralih ke Pil

Keluarga Berencana (KB).

Photo :
  • tentangkb.wordpress.com

Terkait hal itu, spesialis obstetric ginekologi RSUD dr. Soetomo-RS Universitas Airlangga Surabaya dan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Dr.dr.  Manggala Pasca Wardhana, SpOG, Subsp.KFm angkat bicara. 

“Memang beberapa studi terbaru memang menunjukkan adanya hubungan antara tumor otak (yang tidak ganas) dengan penggunaan KB hormonal terutama KB hormonal jangka panjang yang mengandung progesteron (contoh suntik 3
bulan). Penggunaan lebih dari 1 tahun dapat meningkatkan risiko meningioma (salah satu tumor otak) hingga 5 kali lipat lebih tinggi,”
kata dia saat dihubungi VoxPop.co.id pada Kamis malam 10 April 2025.

Namun demikian, kata dia meskipun terlihat seperti meningkatkan risiko sangat tinggi, perlu dipahami bahwa risiko terjadinya meningioma itu sangat jarang dan meskipun terjadi peningkatan 5 kali tetap jumlahnya sedikit.

"Sebagai contoh: 40 dari 10,000 wanita mungkin akan terkena meningioma dalam hidupnya (0.4%). Peningkatan 5x lipat akan meningkatkan kejadian hingga 200 dari 100,000 wanita," kata dia.

Manggala juga menjelaskan bahwa pemahaman meningkatnya risiko ini tetap harus dipahami pasien dan keuntungan dari penggunaan kontrasepsi hormonal juga perlu dipertimbangkan.

Ilustrasi KB Spiral

Photo :
  • Youtube

Terlebih lagi terhadap pencegahan kehamilan maupun hubungannya dalam mencegah komplikasi akibat kehamilan dan persalinan, maupun keuntungan nonn kontrasepsi lainnya.

"Tentunya setiap individu memerlukan kontrasepsi yang berbeda-beda karena kondisi spesifik yang melekat didalamnya, konsultasikan dengan dokter anda. Jangan takut terhadap efek sampingnya karena dapat dikenali dan diantisipasi,
sebaliknya mari kita fokus untuk family planningnya terlebih dahulu yaitu mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Jadi jangan takut untuk melakukan family planning / keluarga berencana dan berkontrasepsi,"
kata dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut